Allah Tau Kebutuhan Kita, Tapi Kenapa Kita Harus Berdoa? Ayah Bunda, doa adalah senjatanya orang muslim. Bagi lebih berasal berasal dari satu orang tersedia yang kerap berdoa, tersedia terhitung yang jarang berdoa. Mengapa Allah perintahkan kami berdoa? Bukankah Allah telah mengerti keperluan dan harapan kita, lebih tau daripada kami sendiri? Ini alasannya kenapa kami perlu berdoa:

Doa memperjelas kedudukan kami sebagai hamba dan Allah sebagai Al Khalik. Memahami hakikat diri sebagai hamba dapat menjadikan kami rendah hati. Tiada daya dan kemampuan jikalau atas keinginan Allah. Imam Ibnu Atha'illah berkata, “Hendaknya doa permintanmu sebatas untuk menunjukkan kehambaanmu dan menunaikan kewajiban terhadap kemuliaan Tuhanmu”. Oleh karena itu, seorang pendoa yang baik dapat terhindar berasal berasal berasal dari sikap sombong, malas, dan perihal kepada tidak sebatas Allah.

Doa sebagai sarana zikir. Allah menyuruh kami berdoa supaya kami ingat kepadaNya. Sesungguhnya, ingat kepada Allah adalah rezeki yang tidak ternilai harganya. Dengan mengingat Allah, hati dapat tenang. Ketenangan adalah kunci kebahagiaan. “...(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka jadi tenang dengan surat yasin mengingat Allah. Ingatlah, hanya dnegan mengingat Allah hati jadi tenang” (Ar Rad: 28)

Doa adalah target. Hidup manusia dapat terarah jikalau ia mempunyai object dalam hidupnya. Doa, hakikatnya adalah tujuan, keinginan atau object yang dapat kami raih. Saat kami mengucapkan doa sapu jagat misalnya, itulah object kita: selamat dunia akhirat. Saat kami berdoa supaya hutang kami dapat dilunasi, itulah object kita: bebas hutang. Tentu object tidak dapat tercapai jikalau kami tidak mengusahakannya. Doa adalah pupuk, tengah ikhtiar adalah bibitnya. Tidak kemungkinan dapat panen jikalau kami segan menebar bibit. Jadi, doa yang baik adalah doa yang disertai dengan ikhtiar maksimal. Itulah iman dan amal shaleh.

Doa adalah penyemangat. Pada saat seorang hamba berdoa, tentu hamba berikut mempunyai harapan, dan harapan dapat melahirkan semangat. Semangat itu mahal harganya karena semangatlah yang dapat menentukan berhasil tidaknya seseorang. Penolong Allah hanya dapat datang ke orang yang bersemangat. Bersungguh-sungguh. Bukankah saat kami bersungguh-sungguh padaNya, Allah dapat lebih bersungguh-sungguh kepada kita?

https://www.abiabiz.com