Syariat puasa ini kita ketahui juga diperintahkan kepada umat-umat sebelum saat kita. Al-Quran Al-Kariem secara eksplisit mengatakan bahwa kita wajib berpuasa sebagaimana dahulu puasa itu diwajibkan kepada orang-orang sebelum saat kita. Sebagaiman sudah diwajibkan kepada umat sebelummu. (QS Al-Baqarah : 183) Dan di didalam keterangan Al-Quran atau pun hadits nabawi, kita menemukan sebagian keterangan berkenaan ritual puasa terhadap nabi-nabi terdahulu atau agama-agama samawi sebelumnya.

Yang pertama kali berpuasa di bulan Ramadhan adalah nabi Nuh alaihissalam, yaitu disaat dia muncul berasal dari bahteranya. Mujahid berbicara bahwa sudah tegas pertanyaan berasal dari Allah SWT bahwa tiap tiap umat sudah ditetapkan untuk berpuasa Ramadhan, dan sebelum saat era Nabi Nuh sudah tersedia umat manusia.[1] Puasa Nabi Daud Di era lalu, ibadah puasa sudah Allah syariatkan kepada Nabi Daud alaihissalam dan umatnya. Mereka diwajibkan melaksanakan ibadah puasa untuk seumur hidup, bersama dengan tiap tiap dua hari sekali berselang-seling. Sedang kita hanya diwajibkan puasa satu bulan saja didalam setahun, yaitu bulan Ramadhan. Puasa Daud ini disyariatkan melalui sebagian hadits Rasulullah SAW, diantaranya :

Dari Abdullah bin Amru radhiyallahuanhu berbicara bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Shalat (sunnah) yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat (seperti) Nabi Daud as. Dan puasa (sunnah) yang paling dicintai Allah adalah puasa (seperti) Nabi Daud alaihissalam. Beliau tidur separuh malam, selanjutnya shalat 1/3-nya dan tidur 1/6-nya lagi. Beliau puasa sehari dan berbuka sehari. (HR. Bukhari) Selain itu juga tersedia hadits lainnya yang menegaskan pensyariatan puasa Daud :

Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu berbicara bahwa puasa lelono Rasulullah SAW bersabda,"Puasalah sehari dan berbukalah sehari. Itu adalah puasanya nabi Daud as dan itu adalah puasa yang paling utama. Aku menjawab, "Aku dapat lebih berasal dari itu". Nabi SAW bersabda, "Tidak tersedia lagi yang lebih utama berasal dari itu". (HR Bukhari) Bagi kita umat Nabi ******** SAW, puasa layaknya Nabi Daud ini tidak diwajibkan. Beliau SAW hanya menjadikan puasa ini sebagai puasa sunnah.

Puasa Maryam Puasa juga Allah SWT syariatkan kepada Maryam, wanita suci yang mengandung bayi Nabi Isa ‘alaihissalam. Hal itu dapat kita baca di didalam Al-Quran Al-Kariem, bahkan tersedia surat spesifik yang diberi nama surat Maryam. Namun wujud atau tata cara puasa yang ditunaikan Maryam bukan hanya tidak makan atau tidak minum, lebih berasal dari itu, syariatnya mengatakan untuk tidak boleh berbicara kepada manusia. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu lihat seorang manusia, maka katakanlah, "Sesungguhnya saya sudah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka saya tidak bakal berbicara bersama dengan seorang manusia pun terhadap hari ini."(QS. Maryam: 26)

Dan sebab sedang berpuasa yang tidak membolehkan makan, minum dan berbicara itulah maka disaat ditanya berkenaan siapa bapak berasal dari putera yang tersedia di gendongannya, Maryam selagi itu tidak menjawab bersama dengan perkataan. Maryam hanya menunjuk kepada Nabi Isa’, anaknya itu, selanjutnya Nabi Isa yang tetap bayi itu pun menjawab semua pertanyaan kaumnya. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kita bakal berbicara bersama dengan anak kecil yang tetap didalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya saya ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan saya seorang nabi. (QS. Maryam : 28-30)

Agama Kristen katholik merupakan sekte dan pecahan berasal dari agama nasrani yang mengalami banyak distorsi didalam ritual ibadah. Berpuasa diwajibkan bagi penganutnya terhadap hari tertentu, tapi bentuknya macam-macam. Salah satunya berpuasa tidak memakan daging didalam sehari. Ada juga yang berpuasa tidak makan apa-apa terkecuali minum air. Lucunya, keputusan puasa ditetapkan bukan lagi oleh Allah atau Nabi Isa, tapi ditetapkan oleh pemuka agama. Pada th. 1966, Paus Paul VI menggantikan ketetapan ketat berpuasa didalam agama Katolik Kristian. Dia pilih ketetapan puasa tergantung kepada kondisi ekonomi setempat, dan semua penganut Katholik berpuasa secara sukarela.

Di Amerika Serikat, hanya terdapat dua hari yang wajib berpuasa, yaitu Rabu Ash dan Good Friday. Dan hari Jumat Lent adalah hari menghambat diri berasal dari memakan daging. Penganut Roman Katholik juga diwajibkan mematuhi Puasa Eukaris yang berarti tidak mengambil apa-apa melainkan minum air atau obat sepanjang sejam sebelum saat Eukaris (Holy Communion). Amalan terhadap era pernah adalah berpuasa berasal dari sedang malam supaya terhadap hari upacara berikut tapi sebab upacara terhadap selagi sedang hari menjadi kebiasaan, berpuasa untuk ini diubah kepada berpuasa sepanjang tiga jam. Peraturan terkini mengambil keputusan bahwa berpuasa hanya sepanjang sejam, biarpun begitu sebagian penganut Katolik tetap mematuhi ketetapan lama.

Puasa untuk umat Yahudi berarti menahankan diri keseluruhannya berasal dari makanan dan minuman, juga berasal dari meminum air. Menggosok gigi diharamkan terhadap puasa hari besar Yom Kippur dan Tisha B'Av, tapi dibenarkan terhadap puasa hari kecil. Dalam tekhnis puasa mereka juga disebutkan bahwa memakan obat terhadap umumnya tidak dibenarkan, terkecuali bila tersedia saran berasal dari dokter. Umat Yahudi yang mengamalkan ritual ini, berpuasa hingga enam hari didalam satu tahun. Lalu apa beda puasa kita sebagai muslim bersama dengan puasa yang ditunaikan agama lain?

Tentu saja terlalu berbeda. Tata cara puasa yang kita melaksanakan mempunyai rujukan baik waktu, teknis, ketetapan dan segala detailnya, yaitu apa yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Kita sebagai muslim meski berpuasa layaknya agama lain, tapi wujud puasa kita terlalu spesifik, unik dan khusus. Tidak dapat disejajarkan begitu saja bersama dengan type puasa agama lain. Perbedaan yang paling mulai pada puasa yang disyariatkan kepada umat Nabi ******** SAW bersama dengan puasa-puasa yang disyariatkan kepada umat terdahulu adalah berasal dari faktor keringanannya.

Di didalam kronologis ayat berkenaan kewajiban puasa di bulan Ramadhan, Allah SWT sudah menegaskan bahwa Dia mengiginkan kemudahan bagi kita didalam puasa ini. Allah meminta kemudahan bagimu, dan tidak meminta kesukaran bagimu. (QS. Al-Baqarah : 185) Dan dibandingkan bersama dengan puasa yang Allah SWT tetapkan bikin Maryam, dimana puasanya bakal menjadi batal terkecuali berbicara, puasa yang disyariatkan bikin umat Nabi ******** SAW jauh lebih ringan, sebab berbicara itu tidak membatalkan puasa.

Sesungguhnya saya sudah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka saya tidak bakal berbicara bersama dengan seorang manusia pun terhadap hari ini."(QS. Maryam: 26) Selain itu juga puasa yang disyariatkan bikin kita ini dipenuhi bersama dengan bermacam macam rukhshah atau keringanan. Misalnya, orang yang sakit, musafir dan orang yang tidak mampu, dibolehkan tidak puasa, biarpun pun nanti wajib mengganti baik bersama dengan qadha’ atau bersama dengan membayar fidyah.

Dan salah satu wujud keringanan puasa bikin umat Nabi ******** SAW adalah diharamkannya puasa wishal, yaitu puasa tetap menerus tanpa berbuka dan sahur. Puasa itu sesungguhnya dibolehkan bagi beliau SAW, sebab beliau mendapat makanan berasal dari Allah SWT. Namun bagi umatnya, puasa bersama dengan cara menyakiti diri layaknya itu juga haram hukumnya.

Rasulullah SAW melarang para shahabat berpuasa wishal sebagai wujud kasih sayang kepada mereka. Para shahabat bertanya, "Anda sendiri berpuasa wishal?". Beliau SAW menjawab, "Aku tidak layaknya kalian. Sesungguhnya Allah memberiku makan dan minum". (HR. Bukhari dan Muslim) Dibandingkan bersama dengan kuantitas hari yang Allah SWT tetapkan bikin umat lain, puasa yang diwajibkan bikin kita sebagai umat Nabi ******** SAW jumlahnya hanya sedikit.

Umat Rasulullah SAW ini hanya diwajibkan puasa di bulan Ramadhan saja, selagi sebelas bulan lainnya tidak wajib. Tentu cara layaknya ini jauh lebih ringan berasal dari puasa yang Allah SWT wajibkan kepada Nabi Daud alaihissalam dan umatnya. Meski pun mereka diwajibkan puasa berselang-seling sehari puasa dan sehari tidak, tapi mereka diwajibkan berpuasa sepanjang th. seumur hidup. Selain kasus keringanan, perbedaan yang lainnya adalah disyariatkannya makan sahur sementara sebelum saat dimulainya puasa.

Meski pun makan sahur itu hukumnya sunnah, tapi secara tegas Rasulullah SAW mengatakan bahwa makan sahur itu adalah perihal yang membedakan pada puasa kita bersama dengan puasa orang-orang terdahulu, khususnya agama ahli kitab, baik nasrani maupun yahudi. Hal itu bukan hanya karangan para ulama, melainkan terlalu Rasulullah SAW sendiri yang mengatakan didalam sabda beliau :

Yang membedakan pada puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur. (HR. Muslim) Dari hadits ini kita menjadi tahu, rupanya umat-umat lain itu meski diwajibkan berpuasa, tapi mereka tidak disyariatkan untuk melaksanakan makan sahur. Dan terhadap kenyataannya, hikmah berasal dari makan sahur itu akhirnya bakal dirasakan sendiri oleh kita sebagai umat ******** SAW, yaitu puasa kita menjadi lebih kuat. Sebagaimana sabda beliau. Mintalah pertolongan bersama dengan menyantap makan sahur supaya kuat puasa di siang hari. Dan mintalah pertolongan bersama dengan tidur sejenak siang supaya kuat shalat malam. (HR. Ibnu Majah).

https://www.mustafalan.com