Startups merupakan salah satu lahan bisnis yang kini sangat menjanjikan. Para pebisnis utamanya pemula mulai melirik ke jalan ini karena dinilai lebih cepat menguntungkan. Tidak butuh waktu lama memang apabila dikelola dengan baik. Namun menurut data penelitian dari Profits Book, 94% usaha tersebut gagal dikarenakan kurangnya dana.

Membangun startups memang terlihat mudah, namun pada praktiknya Anda juga membutuhkan modal untuk mengelola. Sebab uang adalah fondasi utama dalam membangun usaha. Maka bagi para pebisnis pemula, berikut langkah mudah memperoleh modal untuk startups!

Pendanaan sendiri


Sumber: majalah bisnis online

Pendanaan sendiri disebut juga dengan bootstrap, merupakan cara efektif untuk pembiayaan awal. Pemula biasanya sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan modal awal. Anda bisa memulainya dengan tabungan sendiri atau mengajak keluarga serta teman untuk berkontribusi.

Mereka yang diajak untuk bekerja sama dalam pembiayaan pun cenderung lebih fleksibel. Di samping itu keuntungan lainnya yakni Anda tidak terikat dengan investor atau pihak lain. Namun cara ini cocok dengan usaha kecil yang tidak melibatkan sumber daya terlalu banyak.

Dapatkan investasi

Investor perorangan adalah individu yang memiliki kelebihan dana dan berminat untuk berinvestasi terhadap startups yang Anda bangun. Untuk mendapatkannya, dimulai dari penyusunan proposal dan pematangan konsep bisnis dijalankan. Selain mentargetkan modal, bisa juga meminta bimbingan atau advice terkait usaha tersebut.

Contoh perusahaan yang bermula dari investor individu yakni Google, Yahoo, dan Alibaba. Kucuran dana biasanya terjadi pada tahap awal pertumbuhan perusahaan. Investor mengharapkan ekuitas 30% dengan harapan pengembalian lebih tinggi.

Modal ventura

Modal ventura adalah dana yang dikelola secara profesional oleh perusahaan dan berpotensi besar. Tidak hanya menyediakan modal, VC juga menyediakan jasa bimbingan, konsultasi, dan evaluasi bisnis.

Investasi modal ventura juga cocok dengan usaha kecil selain startups. Beberapa perusahaan yang telah berhasil mengembangkan bisnis dari dana ini yaitu Flipkart, Uber dan lain sebagainya. Pada pengelolaan yang tepat akan menghasilkan hingga ratusan juta rupiah bahkan lebih, sehingga perusahaan bisa berkembang dengan pesat.

Pendanaan dari inkubator dan akselerator

Pada bisnis tahap awal, inkubator dan akselerator merupakan pilihan tepat. Ditemukan hampir di setiap kota besar, program ini membantu ratusan bisnis pemula setiap tahunnya.

Inkubator bisa dimisalkan sebagai orang tua yang kemudian memfasilitasi, memelihara, menyediakan alat-alat, tempat tinggal dan pelatihan pada sebuah bisnis. Sementara akselerator membantu dalam menjalankan dengan langkah yang lebih besar.

Program tersebut biasanya berjalan selama 4 hingga 8 bulan dari waktu yang telah disepakati bersama. Nantinya Anda juga bisa membuat koneksi yang baik dengan mentor, investor dan sesama startups lainnya.

Pinjaman dari Bank

Bank adalah tempat pertama yang dikunjungi oleh pengusaha untuk memulai bisnis. Lembaga ini menyediakan dua jenis pembiayaan, salah satunya adalah pinjaman modal kerja dan pendanaan.

Pinjaman modal kerja biasanya digunakan untuk menjalankan satu siklus lengkap dari operasional hingga memperoleh pendapatan. Batas waktu biasanya ditentukan oleh hipotesis saham dan debitur. Sementara pendanaan dari bank melibatkan beberapa proses, seperti rencana, rincian penilaian. Apabila melebihi batas maka akan dikenakan sanksi.

Program pemerintah

Kemajuan teknologi menjadikan bisnis startups naik pesat. Sebagian pendapatan negara juga berasal oleh perkembangan jenis usaha ini. Oleh sebab itu, kini ada program khusus kepada pemula dengan menyediakan bantuan modal untuk membangun bisnis digital.

Indonesia sendiri pernah membuat program 1000 startups, yang diikuti oleh seluruh pebisnis digital dari seluruh pelosok nusantara. Usaha yang menjanjikan dan dinilai akan berpotensi nantinya akan diberikan bantuan modal dan investasi dari pemerintah yang jumlahnya hingga ratusan juta rupiah.

Startups merupakan salah satu bisnis yang mudah dijalankan, asalkan dengan pengolahan serius. Sementara modal dan pendanaan merupakan aspek yang mengiringinya. Apabila keduanya dikombinasikan maka akan menghasilkan suatu usaha digital yang menjanjikan.