PDA

View Full Version : [Share] The New Story of Novus



anubitonoa
26-04-2012, 09:14 PM
kk sekalian, numpang post ya crita bikinan sendiri. bukan hasil copas. yang suka thx ndak suka dpp. ni crita ngambil dari kehidupan di game RF online. kesamaan nama karakter berupa ketidaksengajaan. selamat membaca. cerita diupdate tiap hari yo... jadi tungguin kisahnya....

Part 1: The Beginning of Destiny

Planet Novus. Planet yang kaya akan bahan mineral berupa ore yang digunakan di kehidupan sehari hari. Nyatanya digunakan untuk keperluan militer ketiga bangsa. Termasuk bangsa kami. Cora. Tak ada yang tahu kapan mulainya perang antara bangsa kami melawan bangsa Bellato dan bangsa Accretia. Orang-orang bilang perang ini telah berlangsung dari generasi ke generasi. Aku sendiri juga terlibat dalam perang ini. Telah banyak orang didekatku yang menjadi korban dalam perang yang tak berkesudahan ini. Termasuk kedua orangtuaku. Biarpun aku seorang wanita, aku haruslah hidup mandiri. Tak boleh bergantung pada orang lain.

"hey Siella... Kau lihat apa?", tanya temanku yang berada disampingku
"ahh tidak apa apa. Aku hanya sedang bingung", kataku
"bingung? orang orang itu?",tanya temanku sambil menunjuk kearah kerumunan orang orang yang sedang menangisi 3 jenazah prajurit yang mati dalam tugas.
"Mylon..... Apakah pernah terlintas di otakmu kalau kita bisa berdamai?"
"jangan bercanda..... kita ini harus berjuang demi bangsa kita. tak ada kata damai buat mereka semua"
"begitu ya.... ok lah... aku akan ke pemimpin bangsa untuk mengambil job ke 2"
"kau mau ambil job apa? Faust?", tanya mylon sambil mengambil minuman dari tas nya.
"iya.. ", aku segera berjalan menuju pemimpin bangsa Quiane Kahn. Mylon melihatku dari belakang dengan tatapan yang bingung.
"apa benar dia mau jadi faust? animus nya sendiri menolak untuk di summon",kata mylon dalam hati. Kemudian mylon pergi menuju portal. Aku berjalan menuju tempat Quiane Kahn berada. tempatnya sangatlah damai. seakan tidak akan terjadi perang.
"Siella Riviere... Lama tidak bertemu. Apakah kau mau mengambil job sebagai Faust?", tanya Quiane Kahn.
"iya... aku mau jadi faust",tiba tiba aura aneh mengitariku dan darahku seakan bergejolak menahan sesuatu.
"Selamat. kau sudah menjadi Faust. Berkonsentrasilah untuk memanggil Isis"
"Baiklah... akan aku coba" seketika saat aku mencoba berkomunikasi dengan animus ku, aku merasakan sesuatu yang aneh.
DHUARRRRRR..............
Seketika terjadi ledakan yang cukup keras hingga membuatku terpental dari ruangan Quiane Kahn. Penjaga segera mengamankan lokasi dan beberapa orang membantuku berdiri.
"apa yang terjadi padamu?", tanya seorang penjaga.
"entahlah. Tiba tiba terjadi ledakan saat aku mencoba memanggil animus",kataku sambil berjalan kearah Quiane Kahn.
"Pergilah menuju Magister Shawn. Mungkin dia tau apa yang terjadi padamu dan mungkin dia bisa memberi solusi atas masalahmu",kata quaine kahn. Setelah mendengar perintah itu, aku segera menuju ke Daratan Spire. Dengan membuka jetpack, aku bergegas menuju sebuah gubuk tua didekat arah pantai crimson. Terdapat sebuah gubuk tua disana. Meski begitu, keadaannya masih sangat rapi. Setelah sampai aku langsung mengetuk pintunya. Berharap magister Shawn ada ditempat.
"Pergilah..... Aku sedang sibuk dengan urusanku.....", terdengar suara dari arah belakang rumah. aku berjalan mengitari rumah itu dan melihat seseorang yang telah berusia lanjut sedang membakar ikan.
"Maaf. Aku diperintahkan oleh Quiane Kahn untuk menemuimu",kataku
"Wanita itu selalu menemuiku saat ada masalah yang amat darurat. ohh apakah aku ini hanya bisa diandalkan saat terjadi masalah yang amat darurat?", pria tua itu bergegas mengambil ikan yang telah matang dan menaruhnya di sebuah piring.
"Aku punya sedikit masalah. Quiane Kahn bilang semoga anda bisa membantuku", tak beberapa lama kemudian orang tua itu berjalan kearahku dan memberiku makanan.
"Makanlah ini dulu. Setiap orang butuh yang namanya makan. hahaha......" pria tua itu juga duduk didekatku. Lalu akupun duduk disebuah batu kecil.
"Dunia ini penuh dengan misteri yang kita tidak tahu. Lantas, misteri apakah yang sekarang terjadi hingga Quiane Kahn menyuruhmu menemuiku?"
"Pertama-tama... Namaku Siella....",kata-kataku dipotong olehnya.
"Aku tau..... Kau anak dari Hilda Riviere. Keturunan terakhir dari keluarga Riviere"
"emh... baiklah..... animusku tidak dapat aku panggil",kataku langsung ke inti masalah.
"Apa apaan kau? Jangan bercanda. Keluarga Riviere adalah keluarga yang disegani di cora karena keseluruhan dari keluarga Riviere mempunyai kekuatan yang hebat dengan animusnya"
"Karena itulah aku juga bingung. Paimon, inana, hecate, juga isis tidak dapat dipanggil. Serasa mereka menolak untuk menjadi summonku",kataku sambil menggenggam erat piring yang pria itu berikan.
"Akan kuberi kau 1 alamat. Pergilah ke tempat ini..... Aku tidak bisa membantu banyak dalam hal ini. Hanya kau sendiri yang mampu mengatasi masalah ini", pria itu memberikan ku secarik kertas kemudian dia masuk kedalam rumahnya. Ku lihat dikertas itu ditulis Ether of heaven Lures lot house of dark witch.
"Apa alamat ini bisa membantuku? Lures lot....", segera aku langsung pergi menuju terminal pesawat cartella. setelah membeli tiket, aku langsung masuk ke pesawat. Aku berharap menemukan sesuatu disana.

anubitonoa
27-04-2012, 06:02 PM
Nah untukupdate hari ini... check this out.....

Part 2: The Land of White

Sekitar 15 menit perjalanan menuju Ether of Heaven,akhirnya sampai juga aku di terminal cora. Namun keadaan di terminal cora sangatlah mengerikan. Ada banyak korban bergelimpangan. Mereka semua telah tewas. Bergegas aku pergi mencari bantuan namun disekelilingku hanya mayat para prajurit cora. Dengan segera aku mengirim pesan ke Mylon agar dia dapat meminta bantuan paramedis untuk datang ke terminal cora secepatnya.
"tolong...... tolong.....", terdengar teriakan lirih dari seseorang di dalam terminal. Bergegas aku pergi kearah pintu timur dimana suara itu berasal.
"hey... kau tidak apa apa? apa yang terjadi disini?", aku segera menopang pria itu menuju tengah terminal.
"beberapa...accretia... dan bellato.... menyerang tempat ini.. dari timur dan barat... mereka hanya... prajurit biasa... namun.. kemampuan mereka... uhuk uhuk....", pria tersebut terhenti sejenak.
"kemampuan mereka? tolong bertahanlah. Bantuan segera datang", kataku
"satu orang mercenary dan shield miller.... Mereka menahan serangan guard tower.. dan seorang wizard dan striker... menyerang kedalam.... mereka monster..... kekuatan kami tak mampu menahan mereka.... uhuk...."
"tidak mungkin... hanya berempat saja mereka bisa menghancurkan tempat ini", aku melihat sekelilingku seakan tak percaya akan apa yang pria ini katakan. Namun melihat dari kondisinya, ini sudah keterlaluan.
"apa ada lagi yang kau ketahui? nama atau sebagainya? tolong beritahu aku...",aku memberinya adrenaline potion untuk dia agar dapat bertahan hidup.
"belato... wizard... namanya Killaruna. Accretia striker... namanya...", tak sempat dia katakan muncul seorang accretia didekatku.
"kau mencariku?", tanya accretia itu. Dengan sigap aku meenghindari accretia itu.
"siapa kau? apa kau yang melakukan pembantaian ini?", tanyaku
"kalau iya?"
"cih... kurang ajar kau... heaaa......", segera aku melayangkan tongkatku untuk menyerangnya namun dia berhasil menghindar.
"seorang faust pasti mengandalkan animusnya. ayo keluarkan animusmu"
"aku tidak butuh animus untuk mengalahkan mu", dengan segera aku berkonsentrasi untuk mengeluarkan serangan sihir kepadanya.
"mati kau....", tiba tiba saja accretia itu berada dibelakangku. Sangat dekat denganku...
DOOM BLAST...........
Tubuhku terlempar karena serangan mematikan itu. Namun terlebih dulu aku menghindar sehingga tidak mengenai tulang belakangku.
"wah wah.....cepat juga reaksimu", kata accretia itu sambil melepas siege kit nya.
"kau tiba tiba saja menyerang dengan doom blast. Aku tidak akan tertipu dengan trikmu itu", kataku sambil menancapkan tongkat Accelleon ke tanah.
"whoo..... relic user rupanya. Tampaknya aku meremehkanmu dari awal", ucap accretia itu dengan santai.
"kau akan menyesal telah melakukan ini... hiaahhh... Aqua blade...",aku membuka serangan dengan membuat sihir berupa air yang menyerupai bilah pedang kearah accretia itu.
"heahhh.....", accretia itu melompat keatas udara namun aku telah siap di atasnya.
"Segel pembuka.... Elemen angin. GRAVITY FIELD...."
DHUARRRRRRRR................
seketika tubuh accretia itu terpental jatuh ke tanah dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga menciptakan kawah yang sangat besar. Hampir menyamai besarnya terminal cora. Aku turun ke tanah untuk melihat kondisi accretia itu. Dia sudah tak bergerak lagi. Tiba tiba tubuhku bergetar. Aku menahan tubuhku yang hampir jatuh ke tanah dengan kedua tanganku.
"sial...tubuhku...", dengan nafas tersengal sengal aku berusaha duduk dan meminum potion untuk memulihkan tenagaku.
"aku harap Mylon mendapat pesanku", tak lama kemudian pesawat cartela datang. Aku melihat Mylon dan beberapa paramedis keluar dari pesawat.
"Siella... kau tidak apa apa?", Mylon berlari menuju kearahku dan segera memberiku pertolongan pertama.
"Aku tidak apa apa. Hanya luka kecil", kataku
"apa yang terjadi disini? kenapa banyak sekali mayat?",tanya mylon
"aliansi accretia dan bellato menyerang tempat ini. Dari informasi yang aku dapatkan dari seorang prajurit yang masih selamat, mereka berjumlah empat orang. Satu mercenary, satu striker, satu shieldmiller dan satu wizzard. Salah satu striker yang menyerang tempat ini telah aku kalahkan", kataku
"yang ini?"
"iya... aku tidak tahu apa yang lain akan segera menyerang tempat ini lagi atau tidak. Yang jelas kita harus cepat mengevakuasi mayat mayat ini kembali ke markas cora", kataku sambil berusaha berdiri.
"Archon Felix telah aku hubungi namun dia masih sibuk dengan rapat dewan. Katanya setelah rapat dia akan langsung kemari. Mungkin sebentar lagi", kata mylon.
"Aku harus pergi sekarang. Aku akan kembali lagi untuk makan malam", kataku sambil membuka jetpack namun ditahan oleh Mylon.
"Kau sedang terluka. Kau mau pergi kemana?", tanya Mylon dengan nada marah.
"Tidak apa apa. Aku hanya sedang mencari seseorang",kataku
"Kau harus kembali....", mylon mulai mengeluarkan air mata.
"Iya.... aku akan kembali... aku janji", kataku sambil melepas genggaman tangan mylon.
"hati hati. Kakak...", mylon menghapus airmatanya dan kembali membantu prajurit lain mengevakuasi mayat di terminal itu. Aku pun terbang dengan sedikit lambat karena serangan accretia tadi mengenai jetpack milikku. Aku pergi melalui gerbang timur menuju arah selatan. Lures lot dimana aku harus menemui orang yang dikatakan oleh magister Shawn.
Jauh disana namun masih di Ether of Heaven, tepatnya di sebuah bangkai pesawat yang terdampar di dekat tanah Lures, ada seorang accretia duduk diatas puing pesawat itu. Dari sana dia melihat semua kejadian yang terjadi di terminal cora tadi.
"Maaf aku terlambat.... Wanita itu benar benar mengerikan", kata seorang accretia yang tiba tiba muncul di belakang accretia yang sedang duduk itu.
"tidak apa apa. Kau sudah melakukan tugasmu", kata accretia itu
"Jika saja aku tidak menggunakan stealth mode, aku sudah pasti mati"
"Keturunan Riviere memang patut ditakuti oleh karena kekuatan mereka"
"Maaf... Apa perlu aku membawakan wanita itu kepadamu?", tanya accretia itu
"Itu jika kau bisa lakukan",kata accretia yang sedang duduk itu sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam armor nya.
"Akan aku usahakan", accretia itu kembali menghilang seraya dengan tiupan dingin angin Ether.
"Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti", di foto tersebut nampak sepasang cora dan yang wanita adalah Siella Riviere. Setela melihat foto itu accretia itu meremukkan foto itu dan pergi dari tempat itu.

zeal123
01-05-2012, 06:26 PM
wahh keren kk...../b-hati/m-kacau/

anubitonoa
01-05-2012, 07:44 PM
Update hari ini. maap agak telat coz ada urusan yang harus diselesaiin dlu....

Part 3: The Prophecy of The Witch

Sekitar tiga menit perjalanan menuju Lures Lot, akhirnya aku sampai di pintu masuk Lures lot. Namun ada yang berbeda di tempat itu. Hampir tak ada satupun monster berkeliaran. Di arah tenggara dari Lures lot terdapat sebuah gubuk kecil. Hampir seperti gubuk milik Magister Shawn. Namun yang ini penuh dengan peralatan perang.
"siapa kau? mau apa kau kemari?", seorang wanita tua dari ras calliana telah berada dibelakangku.
"aku mencari alamat ini", kuberikan secarik kertas yang diberikan Magister Shawn.
"ohh... Masuklah. Maaf tempatnya berantakan...", kamipun masuk ke dalam rumah. Lalu akupun duduk di depan sebuah bola kristal.
"apa kau tidak takut datang kemari sendirian?", wanita itu menyajikan minuman kepadaku.
"tidak karena dari kecil aku sudah diajarkan untuk tidak takut terhadap apapun",kataku.
"meski itu adalah...takdirmu sendiri?", wanita itu lalu duduk di depanku. Penampilan yang seperti ras calliana dengan rambut putih dah wajah sedikit menyeramkan hampir membuatku merinding.
"maksud anda?", tanyaku dengan bingung.
"aku mendapat pencerahan. Sesuatu yang amat buruk akan terjadi. Tidak sekarang, tidak besok, tapi segera",kata wanita itu sambil menggenggam kedua tangan nya.
"Sesuatu yang buruk?",keringat mulai mengalir dari kepalaku mendengar hal itu.
"Akan kuberi kau satu ramalan. Terjadi atau tidaknya ramalan itu, ditentukan oleh kemauan dan hatimu sendiri. Sini kemarikan tanganmu...",wanita itu segera membuka kedua tangan nya. Dengan gemetar aku menaruh kedua telapak tanganku diatas telapak tangan nya. Dengan sekejap muncul sekelebat bayangan.
"tanah outcast.... akan lenyap oleh bara api. Akan ada banyak para pemimpin yang hebat dari masa lalu hingga sekarang akan dilupakan. Aliansi akan saling memperkuat, namun kesatuan nya akan tetap tak menentu. Kehidupan dimanipulasi oleh keserakahan. Keberadaan kalian akan dibagi dengan kekuatan. Teknologi kerajaan akan menjadi sia sia. Prototipe serikat akan dilenyapkan. Para dewa diganti dengan para iblis", kata wanita itu sambil melepas genggaman nya. Siluet kejadian yang terdengar membuatku tak bisa menggerakkan seluruh tubuhku.
"boleh aku tanya satu hal?",tanyaku dengan napas terengah engah.
"silahkan"
"apa hubungan nya denganku semua ini? aku kemari hanya ingin tahu kenapa aku tak bisa memanggil para animusku", tanyaku dengan nada serius.
"itu sudah ada dalam takdirmu. Kau tak bisa mengubah apa yang sudah digariskan sejak keluargamu terbentuk"
"tapi.....", aku sedikit menundukkan kepalaku. Aku masih tidak percaya dengan apa yang wanita itu katakan.
"kau tak sendirian. Akan ada teman yang mempunyai takdir sepertimu. Bersama mereka kau bisa menyelamatkan bangsamu sendiri"
"aku tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Semua bayangan akan kehancuran yang tadi terlintas masih ada di pikiranku. Aku...", tak sempat aku melanjutkan kata kata ku, terjadi sebuah ledakan kecil tapi benarbenar terarah ditelingaku sehingga aku terjatuh dari kursiku.
"siapa itu", wanita calliana itu keluar dari rumah dan melihat seorang accretia berdiri didepan rumahnya. Bergegas wanita tua itu keluar. Namun ia menginjak sebuah perangkap ledak. Terjadi sebuah ledakan yang cukup hebat. Aku melihat kejadian itu segera tersadar. Saat aku mau keluar melihat apa yang terjadi, wanita itu segera kembali kerumah dan menghampiriku.
"cepat... keluar dari pintu itu. Kembalilah ke markasmu. Takdirmu akan segera kau hadapi jadi bersiaplah", kata wanita itu sambil mendorongku kearah pintu yang dimaksud.
"tapi.. kau..."
"aku akan menghadang robot itu.. cepatlah"
"hati hati...",aku segera keluar dari pintu itu. Kugunakan perisaiku untuk berjaga jaga dari ledakan trap.
"wah wah... kau membiarkan wanita itu pergi xaviaks... Apa kau sudah lupa dengan sikap netral kalian?", ucap accretia itu saat berjalan memasuki rumah wanita tua itu.
"kami tahu tentang satu hal yang kami yakini itu benar. Dan jika kau mengganggu, maka kau akan merasakan akibatnya", wanita itu langsung memasang kuda kuda untuk menyerang accretia itu. Dari kejauhan aku melihat rumah wanita itu meledak dengan keras. Ingin aku kembali namun aku tak kuasa menolak permintaannya. Dengan berat hati aku melangkah ke arah terminal cora. Hanya beberapa hal yang bisa aku ambil dari ini semua. Semua nya tergantung padaku sekarang.

giru123
02-05-2012, 11:20 AM
tiap chapter nya pendek2 gan. jadiin 1 aja. :D

fansfian
02-05-2012, 11:35 PM
Kurang Menarik itu kalo story tanpa gambar /b-kabur

muspleheim
03-05-2012, 09:16 AM
Belajar hargai karya orang bro, selama hasil karyanya ngga copas punya orang lain. Ni juga kan masih awal2, blom klimaks. Anggap lagi baca novel RF, latihan berimajinasi aja. Nice story, ditunggu kelanjutan ceritanya bro http://laymark.com/l/m/m087.gif

giru123
03-05-2012, 02:04 PM
jadi inget jaman nya rf-club/EGB pas rf masih rame-reme nya.
banyak yg bikin cerita tentang rf di sana. /gg
lanjukan /d-dukung

alchem1485
08-05-2012, 07:40 PM
mantap kakak......

semangat!!!

anubitonoa
21-05-2012, 07:19 PM
maap yo baru bisa reply thread coz baru pulang dari singapur... brobat gt.... hehehe...../b-victory so... besok akan dilanjutin critanya. udah lebih panjang dan lbh seru...

mythacme
21-05-2012, 07:59 PM
Berobat, Semoga sembuh aja , /b-victory

keren ceritanya, lanjutin lagi dong /b-malu2

yuzuc
24-05-2012, 08:34 AM
mas bro share cerita atau komik lucu RF dong
udah lama gue gak ngakak sambil guling2

alchem1485
03-06-2012, 05:18 PM
gak sabar nih.... ayo mas bro...

art1st
10-06-2012, 12:05 AM
lanjutkan mas bro, ceritanya bagus dan menarik.
/no1

karyadi258
20-06-2012, 11:49 AM
lanjutin ceritanya kk

alchem1485
04-07-2012, 01:49 PM
kok berhenti ya??? masih sakit ya gan???