PDA

View Full Version : All about Korean !!!~



squallleon7
25-09-2010, 11:01 AM
All About Korean


Jangan bilang pecinta masakan Korea jika Anda belum pernah mencoba Kim Chie dan Bimbi Bap. Rasanya yang segar menjadi menu yang pas sebagai makanan pembuka. Mau coba?


A korean Promotion Food malam itu dibuka oleh suara merdu dari Children Choir of Jakarta International Korean School. Salah satu lagu yang mereka bawakan adalah Korean folksong yang penuh semangat. Suara merdu yang mengalun membuat semua tamu terpana!
http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/korea1-bsr.jpg


Hanbook adalah baju tradisional Korea, lihat betapa cantiknya mereka. Tidak terlihat bedanya dengan orang Korea aslinya bukan?
http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/korea2-bsr.jpg


Bukan hanya orang Indonesia, orang Korea pun pecinta nasi. Salah satunya Bimbibap, nasi campur dengan beragam sayur-sayuran yang disajikan dalam sebuah mangkuk batu panas tentunya dengan bumbu istimewa. Ehmm..nyummy!
http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/korea3-bsr.jpg


Slice Korean Turnip Salad, lobak yang telah difermentasi sebelumnya ini memiliki citarasa yang sedikit spicy. Hati-hati, bagi Anda yang tidak menyukai rasa pedas bisa-bisa keringat akan mengalir deras!
http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/korea4-bsr.jpg


Tampilannya memang sperti nasi goreng, tapi ketika dicoba rasanya sangat jauh berbeda. Brown Sugar Rice with Nuts, rasanya manis legit. Dan ada kejutan disetiap gigitan karena terdapat kacang merah dan beberapa jenis buah kering.
http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/korea5-bsr.jpg


Sebagai makanan penutup Rice Cake ini bisa menjadi pilihan Anda. Rasanya yang manis-manis jambu tidak membuat eneg sampai gigitan terakhir.
http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/korea6-bsr.jpg


Rasanya sangat khas, lembut, dan agak sedikit manis diujung lidah. Korean Barbeque Galbi sangat pas dijadikan menu utama Anda. Dijamin bikin Anda ketagihan!
http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/korea7-bsr.jpg

squallleon7
25-09-2010, 11:03 AM
ada beberapa tempat:

Restaurant YU JUNG Garden
di Jalan WijayaVI No.112B, Jakarta
Telp 7230202,


Han Gang
Korean Restaurant-Grill & Shabu-shabu
Jl. Wolter Monginsidi no.99
Jakarta Selatan
Tlp: (021) 7278-7802

beebimbab Simply Korean!
Plaza Indonesia, entertainment X’enter
l1 # ex 35-36
Jl. M.H. Thamrin kav.13, Jakarta 10350
Tlp: (021) 315 7516 / 8

Ga Hyo
Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta

Nama Resto: Seoul & Seoul Tang (2 restoran)
Jenis Makanan: Korean Food
Lokasi: Di Taman Sari, Lippo Karawaci Tangerang (Disana cuman ada 2 resotran korea, n itu 22nya 1 pemilik)
Budget: gak tentu yah, 150~300rb (bukan sendiri, ini bisa ber 4/5/6 mungkin)
Keterangan: Tempat yang lebih dianjurkan buat org" yang gak sayang duit akan makanan ^^ bukan berarti mahal bgt loh... harga cocok kok ama porsinya hehehe

no telpon
(021)546-0840 (ini yang Seoul tang)
(021)546-0845 (ini yang 1 lagi)

Dae Jang Geum
Korean Food
The Sogo Food Hall
Mall Kelapa Gading III
Jakarta
Ph. +62(21) 453-3353
Hp. 0816 1966-701, 0888 1985 422

http://i293.photobucket.com/albums/mm52/chopin_03/food/samgyetang.jpg
their specialty : Sam Gye Tang (chicken soup with ginseng) 63.5K


"Gojumong" KOREAN TRADITIONAL GRILL
Jl. Panglima Polim IX No. 7-9
Jakarta Selatan

Phone: 021.7279.6705
Fax: 021.720.0483
E-mail: gojumongresto@gmail.com
Website: http://www.ditori.com/rm/gojumong

Area: Kebayoran Baru


Price range per person:

Rp 80rb - 200rb

Hours of operation:

Open : 11.30 AM
Last order : 22.00 PM
Close : 23.00 PM

squallleon7
25-09-2010, 11:03 AM
Kuliner Korea
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kuliner Korea adalah makanan tradisional yang didasarkan pada teknik dan cara memasak orang Korea. Mulai dari kuliner istana yang komplek sampai makanan khusus dari daerah-daerah serta jenis makanan fusion (campuran) yang moderen, bahan-bahan yang digunakan serta cara preprasinya sangat berbeda. Banyak sekali makanan Korea yang sudah mendunia. Makanan yang dijelaskan di sini sangat berbeda dengan makanan yang disajikan dalam kuliner istana (surasang), yang sampai saat ini juga dinikmati sebagian besar masyarakat Korea.

Kuliner Korea berbahan dasar sebagian besar pada beras, mie, tahu, sayuran dan daging. Makanan tradisional Korea terkenal akan sejumlah besar makanan sampingan (lauk) yang disebut Banchan yang dimakan bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu). Setiap makanan dilengkapi dengan banchan yang cukup banyak.

Kimchi adalah makanan fermentasi yang berasal dari sayuran, utamanya sawi, lobak dan ketimun. Setidaknya ada satu jenis kimchi yang disajikan bersama banchan pada sepanjang tahunnya. Kimchi juga adalah bahan dasar utama dalam berbagai resep masakan Korea.

Makanan Korea biasanya dibumbui dengan minyak wijen, doenjang, kecap, garam, bawang putih, jahe dan saus cabai (gochujang). Masyarakat Korea adalah pengkonsumsi bawang putih terbesar di dunia di atas warga Tiongkok, Thailand, Jepang, serta negara-negara mediterania seperti Spanyol, Italia dan Yunani.

Makanan Korea berbeda secara musiman. Selama musim dingin, biasanya makanan tradisional yang dikonsumsi adalah kimchi dan berbagai sayuran yang diasinkan di dalam gentong besar yang disimpan di bawah tanah di luar rumah. Persiapan pembuatan masakan Korea biasanya sangat membutuhkan kerja sama.

Makanan tradisional dari istana, yang dahulu hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan Dinasti Joseon, memerlukan waktu berjam-jam untuk pembuatannya. Makanan istana harus memiliki harmonisasi yang memperlihatkan kontras dari karakter panas dan dingin, pedas dan tawar, keras dan lembut, solid dan cair, serta keseimbangan warna.

Makanan istana seperti ini beberapa di antaranya dapat mencapai harga Won 240.000 ( sekitar US$265) per orang termasuk minuman juga layanan oleh pelayan eksklusif. Restoran yang menyediakan makanan istana terdapat banyak di kota Seoul. Sejak meledaknya popularitas drama epik Daejanggeum, semakin banyak pula masyarakat yang menyukai makanan istana.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Korean.food-Hanjungsik-01.jpg/250px-Korean.food-Hanjungsik-01.jpg
Hanjeongsik

squallleon7
25-09-2010, 11:03 AM
Tobak Korean Restaurant

Serba Sehat dari Negeri Ginseng

http://www.sinarharapan.co.id/feature/cafe_resto/2004/0709/kafe04.jpg

Jakarta – Masakan Korea boleh jadi belum sepopuler sajian Jepang di negara kita. Sayang memang. Sebab, Negeri Ginseng ini punya banyak menu yang enak dan racikannya terasa pas dengan lidah orang Indonesia. Malahan, bukan cuma mengenyangkan tetapi punya khasiat bagus: bikin sehat siapa saja. Bila penasaran, silakan kunjungi Tobak Korean Restaurant yang ada di Wolter Monginsidi 30, Jakarta Selatan.
”Orang Korea sebelum buat masakan selalu dihubungkan dengan khasiat bagi kesehatan kita. Makanya, orang Korea banyak yang berumur panjang dan tetap sehat,” ungkap Kim Pyung Soo, orang Korea asli dengan bahasa Indonesia terpatah-patah. Pria ramah yang bekerja sebagai manajer restoran di Tobak Korean Restaurant ini menjelaskan dengan menyertakan sederet bukti. Salah satunya,”Prestasi sepakbola kami adalah contoh nyata dari masakan sehat ala Korea.”

Keberhasilan Korea Selatan merebut posisi empat dalam pentas sepakbola sejagat Piala Dunia 2002 lalu, menurut Kim, tak terlepas dari masakan Korea yang sehat. Kebiasaan menyantap menu yang diracik dari bahan-bahan sehat dan bergizi membuat para pemain sanggup berbuat banyak dalam pentas tadi. Padahal, kata Kim, postur tubuh pemain Korea tak jauh beda dengan manusia Asia lainnya: rata-rata 170 cm. Daya tahan tubuh ikut mendukung perjuangan mereka.

Salah satu rahasianya: ginseng. Ginseng sering disebut raja segala obat. Nilainya dianggap lebih tinggi daripada emas. Banyak jenisnya, banyak pula khasiatnya. Paling tenar sebagai obat penguat (tonik), tapi akar ini juga mujarab untuk meningkatkan fungsi imun, meredakan stres, antipenuaan, dan bersifat antioksidan.

Sejak zaman Kaisar Shen Nung (3500 SM), ginseng bahkan dijuluki sebagai ”rajanya obat”. Ginseng dinyatakan berkhasiat antara lain untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan stamina, memperbaiki kondisi mental, meningkatkan pengeluaran cairan tubuh, mencegah diabetes, menguatkan sistem pencernaan, mencegah iritasi, serta mengeluarkan racun. Karena diyakini sebagai sumber energi itulah banyak atlet yang memanfaatkan ginseng. Kita tahu bahwa para olahragawan dari Korea, selain menguasai teknik dan taktik, juga kuat dalam hal stamina.
”Contoh lainnya ini: cukumi atau gurita,” ujar Kim yang diangguki Audy Wowor, Manajer Tobak Korean Restaurant dan Indah, staf promosi. Cukumi atau gurita itu diklaim mampu menurunkan kolesterol dalam darah, menurunkan tensi dan masih banyak lagi. Khasiat cukumi sudah disebarkan ke mana-mana. Di negeri Korea, kabar itu telah ditayangkan di program televisi.

Kalau mau cicipi cukumi Anda dapat memesannya di Tobak Korean Restaurant. Di sini, gurita kecil diolah dengan cara dipanggang (bahasa Korea-nya: bul go gi), sam gyeob sal dan dolpan gui. Saat uji rasa, kami sempat mencicipi cukumi dolpan gui. Asyiknya, gurita segar baru dimasak di hadapan tamu. Cara masaknya, diolah di atas batu yang dipanaskan dengan kompor gas. ”Batu panggang ini diimpor dari Korea (Selatan). Di sana ada desa penghasil batu ini, namanya Jang Su,” sebut Kim, bangga.

Setiap kali Kim menjelaskan masakan yang ada di Tobak, ia selalu menekankan khasiat kesehatan yang ditimbulkan dari menyantap sajian Korea. Kim juga menjamin bahan baku yang mereka gunakan diambil dari bahan organik, tanpa ada campuran bahan kimia. ”Kami tidak mau pakai bahan (sayuran) yang disemprot-semprot (dengan pestisida). Itu bisa bikin orang sakit,” kata Kim dengan mimik serius.
Bila ada menu yang digoreng, koki Tobak lebih memilih pemakaian minyak kedelai ketimbang jenis minyak lain yang dapat menimbulkan kolesterol. Di beberapa menu, Tobak memakai minyak wijen dan ginseng. Yang terakhir ini sudah dibahas di awal tulisan. Kami sempat mencicipi sup Wang Kalbitang, sup iga sapi dengan tiga jenis jamur yang dimasak dengan ginseng dan kurma merah. Segar dan sehat.

Tobak, menurut Kim dan Audi Wowor, berarti ”keaslian”. Dengan begitu, mereka mengutamakan keaslian dari semua sajian Korea yang dihidangkan. Mereka juga menjamin keotentikan cita rasa masakan. ”Kami pakai dua chef yang memang asli orang Korea,” timpal Audi Wowor. Yang satu malah sudah malang melintang di bidang masak-memasak selama lebih dari 32 tahun. Bila pakai tenaga lokal, Kim tak berani jamin rasa otentik atas masakan yang disajikan. Ia bersikukuh, mau dapat rasa yang asli dan otentik tentu harus memakai peracik dari negeri aslinya.
Jaminan keaslian juga tampak dari perangkat makan dan desain interior restoran yang baru buka sejak enam bulan lalu. ”Semua alat makan diimpor dari Korea, kami pakai Kyung G:Do I Choh keramik. Lukisan yang ada di dinding dan hiasan boneka juga asli Korea,” Kim menambahkan.

Dibuka dengan Kimchi
Menyantap masakan Korea di Tobak dibuka dengan sajian salad, Tu Gim (racikan ubi, wortel, bawang bombay dan kucai yang digoreng) dan Kimchi. Kata Kim, semua sajian Kimchi yang terhidang diberikan gratis, kita tinggal bayar menu utama dan nasi serta minuman. Kimchi adalah sayuran yang diasinkan ala Korea. Orang Korea lebih suka makan sayuran yang diasinkan setiap harinya dari setahun, biasanya untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Pada saat musim dingin kimchi lamanya bisa untuk beberapa bulan.

Proses pengasinan bisa memakan waktu selama 12 sampai 14 jam. ”Biasanya kalau di sini lamanya sekitar satu minggu,” ujar Kim. Hampir semua sayuran yang tersedia bisa diasinkan tetapi biasanya di Korea adalah kubis, lobak, dan mentimun. Bumbunya adalah cabe, bawang putih, bawang, jahe, saus tiram, saus ikan, dan garam.

Selain kimchi, kami juga mencicipi jorim (ikan tenggiri), dubu (tahu), kim (rumput laut), coge (kerang), silva dan gamja (kentang). Untuk menu utama, ada suguhan Gwang Yang Bul Go Gi dan Cukumi Dolpan Gui. Gwang Yang Bul Go Gi adalah salah satu menu favorit yang digemari penggemar makan-makan asal Korea dan Indonesia. ”Gwang Yang adalah nama daerah di Korea asal makanan ini,” imbuh Kim.
Sebagaimana orang-orang Korea yang menggunakan sumpit daging di mana makanan akan dipotong-potong sebelum dimasak hingga ukurannya menjadi ukuran yang bisa digigit.

http://www.sinarharapan.co.id/feature/cafe_resto/2004/0709/kafe05.jpg

squallleon7
25-09-2010, 11:05 AM
Ginseng Merah dalam Samgethang

Bulgogi Dolsotbibimbap, nasi campur Korea
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/092150p.jpg

Bukan rahasia lagi ginseng mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Sejak sejak ribuan tahun yang lalu telah dikenal sebagai raja obat. Selain meningkatkan stamina, ginseng juga bisa memperbaiki kondisi mental dan gangguan kejiwaan. Negara penghasil ginseng yang terkenal adalah Korea dan China.

Dalam kesehariannya, penduduk Korea lazim mengkonsumsi ginseng yang dicampur dalam aneka makanan yang lezat. Samgethang, sup dengan bahan dasar ginseng merupakan masakan favorit di Korea.

The Premium Samgethang, sup ayam spesial ginseng merah
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/092326p.jpg

Siang itu, saya mencicipi Samgethang di Ginseng Garden, restoran yang menyajikan menu tradisional Korea di Plasa Fx, Jakarta. Ada dua macam ginseng yang bisa dipilih, ginseng merah atau ginseng putih. Ginseng merah yang berusia delapan tahun menjadi pilihan saya, karena khasiatnya lebih manjur meski dengan konsekuensi harga dua kali lipat dari harga sup dengan ginseng biasa (putih) yang berusia empat tahun.

"Ginseng kami khusus didatangkan dari Korea karena yang dibutuhkan adalah ginseng segar, bukan yang kering. Susah menemukannya di Jakarta," kata Manajer Restoran, Christina Dwi.

Jeon, martabak Korea
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/092434p.jpg

Selain sup, saya memesan Jeon alias martabak Korea, penganan kecil yang bikin penasaran. Tapi itu belum cukup. Bulgogi Dolsotbibimbap, nasi campur khas Korea wajib dicoba. Untuk minuman, pilihan jatuh pada Sikhye (beras ketan) dan Yujacha (sejenis jeruk).

Samgethang disajikan panas-panas lengkap dengan seekor ayam utuh di dalamnya. Wow, porsi yang sangat besar untuk kapasitas perut saya. Awalnya, saya mengira sup ayam dengan ginseng merah disajikan sama dengan sup pada umumnya, potongan-potongan ayam.

Dwi menjelaskan, ayam dikeluarkan dulu isi jeroannya, digantikan dengan beras ketan, angco (semacam kurma), bawang putih dan ginseng merah, kemudian direbus hingga tiga jam agar bumbu meresap dan ayam menjadi empuk. Untuk kuahnya, diambil dari kaldu yang berasal dari campuran tulang punggung ayam, ceker, bawang putih dan merica hitam.

"Sup disajikan tawar. Kami menyediakan garam dan merica. Jadi masing-masing orang bisa mencampurnya sesuai dengan selera. Disini semua makanan tanpa MSG, jadi sehat" terangnya.

Hmmm...rasa supnya benar-benar spesial. Dengan bumbu sederhana, sup tetap segar dan ayamnya benar-benar lembut dan gurih dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam daging. Sementara itu Bulgogi Dolsotbibimbap terdiri dari taoge, lobak, cukini (timun Korea), potongan daging sapi, telur setengah matang yang disusun diatas nasi putih lalu dicampur dengan Gochujang (saus pedas) dan minyak wijen.

Sebelum menyantap, semua itu diaduk menjadi satu hingga nasi berwarna kemerahan bercampur saus dan telur setengah matang. Perpaduan unik itu menghasilkan rasa yang menarik. Pedas, manis dan gurih. Nasi campur Korea ini disajikan dengan kimchi (asinan sawi pedas), acar dan sup bumbu taucho.

Berbeda dengan martabak yang sering kita temui di pinggir jalan, Jeon alias martabak Korea adalah aneka goreng-gorengan yang disajikan dalam bersama dalam satu wadah. Ada bakwan udang dan sayur, kimchi goreng, bakwan jagung dan ikan goreng tepung.

Kenikan lain saya temui di Yujacha. Minuman tradisional Korea ini mirip dengan jeruk nipis, tetapi tidak terlau kecut dan meninggalkan after taste yang agak-agak langu, tetapi tetap segar. Sedangkan Sikhye, rasanya mirip dengan es tape ketan hijau tetapi lebih manis.

Ternyata, ada beberapa makanan Korea yang mirip dengan makanan Indonesia...

squallleon7
25-09-2010, 11:05 AM
Korean Food Evolution

Kuliner yang nikmat memang tak lepas dari sejarah panjang lahirnya kuliner itu sendiri. Banyak anggapan jika sebuah kuliner mencerminkan ornamen yang membentuk pengetahuan, nilai atau norma, hingga behavior kebudayaan masyarakat. Rumit bukan! Tapi, makanan bagi mayoritas manusia hanya cukup untuk dinikmati tanpa harus menarik urat kepala, apalagi dianalisis!

http://www.appetitejourney.com/images/content/article/korean%20food%20evolution%2001.jpg
Text by Iwan Suci Jatmiko,Photos byRistiyono & Doc. bee bim bab

Well, tak ada salahnya manusia sebagai penikmat makanan menjelajah lebih jauh ke dalam filosofi kuliner yang dinikmatinya. Artinya, mengintip apa yang direpresentasikan, sambil melumat makanan-memang menawarkan dimensi tersendiri. Salah satu kuliner yang asyik “diintip” adalah Korean Food. Siapa yang berani membantah nikmatnya bulgogi, galbi, samgyetang, dan kimchi yang terkenal itu. Mendengarnya saja sudah membuat lidah ini bergoyang, apalagi menyantapnya.

korean food evolution 04Basic kuliner Korea tak lepas dari empat elemen utama. Yaitu, ganjang, denjang, gochujang, dan gochugaru. Ganjang seperti swiss sauce yang terbuat dari kacang asli Korea. Bentuknya menyerupai saus kecap tapi lebih encer. Rasanya cenderung asin dan beraroma wijen. Sedangkan denjang adalah pasta atau tauco yang terbuat dari kacang kedelai, rasanya asin dan harum aroma kacangnya begitu terasa.
Sementara itu, Gochujang adalah sauce chili yang rasanya pedas, manis, dan sedikit asin. Rasa manis itu terbentuk dari biji padi yang belum tumbuh atau baru mau tumbuh, namun dominasi pedas cukup kentara, tapi berpadu manis yang soft mirip madu. Terakhir adalah gochugaru, yaitu tepung cabai merah. Cabai Korea memiliki ukuran lebih besar karena iklimnya dingin, namun pedasnya soft. Sedangkan cabai di Indonesia memiliki ukuran lebih kecil, namun rasanya lebih “galak”. “Umumnya gochujang biasa digunakan sebagai bahan untuk kimchi,” kata Rosaria H.J. Park salah satu owner dari Han Gang Restaurant.
Menurut Rosaria, Han Gang Restaurant menampilkan menu kuliner Korea orisinil. Maklum, Rosaria memang berasal dari Korea. Alhasil, ia menjaga ketat citarasa keasliannya. Beberapa menu dahsyat bisa Anda temukan di Han Gang. Seperti Kalbi-Gui (1 tulang), Wang-kalbi (2 tulang), Bulgogi (paha sapi), Cadol-begi (sanding lamur), dan lainnya.

http://www.appetitejourney.com/images/content/article/korean%20food%20evolution%2004.jpg

Bulgogi memang masakan Korea yang mungkin paling dikenal di dunia. Ini merupakan menu daging yang diiris tipis dan bisa dimakan langsung atau dipadukan dengan sayuran. Rasanya cenderung manis. Umumnya dibungkus dengan selembar daun selada dengan bawang putih dan denjang.
Korea tak hanya dikenal dengan ginsengnya saja. Minuman khas Korea pun cukup menggetarkan tenggorokan. Jepang punya Sake, di Rusia ada Vodka, Korea pun memiliki Soju. Yaitu minuman alkohol khas asli Korea yang citarasanya lebih keras dari Ake, namun cenderung lebih soft ketimbang Vodka. Kadar alkoholnya tak lebih dari 20%. Ada juga Bokbunjajoo, yaitu Korean raspberry wine. Minuman ini diyakini bagus untuk kesehatan karena bisa memperlancar sirkulasi darah. Konon, Bokbunjajoo ampuh juga untuk meningkatkan stamina kaum pria di atas ranjang..hmm…

Kimchi, Evolusi Tuntutan Alam
Tak ada asap jika tak ada api, pepatah ini tampaknya cukup representatif untuk menggambarkan bagaimana kimchi tercipta. Kimchi adalah sayuran yang digarami atau dibekukan-diawetkan (fermentasi). korean food evolution 07Kimchi memang sebuah keharusan dalam seni menikmati kuliner Korea. Kimchi *****ang peranan penting dalam kuliner Korea, semangkuk nasi dan kimchi pun cukup membuat tenang penikmatnya.

http://www.appetitejourney.com/images/content/article/korean%20food%20evolution%2007.jpg

Di Korea terdapat empat musim yang berbeda karakter. Yaitu, musim semi, gugur, panas, dan dingin. Latar belakang terciptanya kimchi berawal dari usaha manusia menghadapi alam. Musim dingin di Korea membuat warganya berpikir keras untuk tetap bisa menikmati makanan khususnya sayuran. Pasalnnya, di musim itu mustahil bagi bangsa Korea bercocok tanam. Akhirnya, bangsa Korea berupaya untuk memperpanjang usia sayuran tersebut, sehingga di sepanjang musim dingin tetap bisa mengonsumsinya.
Dulu, kimchi adalah sayuran yang digarami. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi, kini prosesny apun tak hanya sekedar diasinkan. Belakangan, kimchi mulai dibekukan dan fermentasi. Sekarang, tempat penyimpanan dan fermentasi tak lagi dikubur di dalam tanah dan harus menunggu musim dingin. Pasalnya, lemari es merupakan sarana pengganti yang tepat dan tak harus menunggu hingga musim dingin.

Kimchi memang sebuah pemandangan menyegarkan bagi kedua bola mata manusia. Inilah hebatnya kuliner Korea! Selain citarasa rasa yang menggetarkan lidah, tampilan visual cukup berperan guna meneteskan air liur penikmatnya. Kimchi termasuk acquired taste. Alhasil, penyajian aneka menu dalam piring kecil, dan aneka lauk yang mengitari nasi cukup menggugah selera.

Penyajian makanan itu dirancang sedemikian rupa dengan komposisi keserasian yang dinamis. Artinya, perpaduan kombinasi makanan, tekstur citarasa, dan visualisasi warna material makanan dalam kuliner Korea cukup apik. Jadi, bukan sesuatu yang dibesar-besarkan jika ada anggapan bahwa menikmati makanan Korea adalah menikmati sajian keindahan dan rasa.

Bibimbap, Kuliner yang Cukup Adil
korean food evolution 06korean food evolution 03Kuliner Korea cukup fair bagi setiap individu yang berbeda karakter. Salah stau menunya adalah bibimbap, yaitu nasi campur ala Korea. Menurut Johenn Chui, owner dari beebimbab Restaurant menjelaskan, ada dua versi yang melatarbelakangi bibimbap di Korea.

http://www.appetitejourney.com/images/content/article/korean%20food%20evolution%2003.jpg

Versi pertama, kaum petani jaman dulu tidak memiliki banyak waktu untuk menyantap makanan. Jadi, aneka sayur dan lauk pauk ditaruh di atas nasi, dicampur, dan langsung disantap. Ini terpaksa dilakukan guna menghemat waktu mereka dalam bekerja. Versi kedua, berawal dari seorang Raja Korea yang gemar menyantap aneka makanan. Bahkan, pegawai istana akhirnya bingung sang raja hari ini hendak menyantap menu apa. Akhirnya, aneka menu makanan itu ditaruh di atas nasi dan dicampur untuk langsung disantap. “The point is, your bibimbab is different with my bibimbab,” kata wanita yang akrab disapa Jo ini.

Yup, bibimbab memang harus mengakomodir keinginan penikmatnya. Pasalnya, selera tiap orang berbeda. Jadi, aneka sayur atau material yang digunakan sebagai bahan campuran nasi bisa saja berbeda. Sebuah filosofi kuliner yang cukup fair!

Di beebimbap Resto Anda bisa menikmati Beebimbab Hot Bowl. Bedanya dengan beebimbap biasa adalah piringnya yang diganti dengan mangkok panas. Ini tentu menambah kenikmatan citarasa menu itu karena hidangannya tetap panas dan mengeluarkan suara “mendesis” ketika baru dihidangkan. Cara menikmatinya pun cukup unik. Yaitu, lauk tersebut dicampur-aduk kemudian disiram dengan saus khas Korea. Proses mengaduknya pun harus tepat agar tiap ornamen lauknya merata. Jadi, jangan ragu untuk meminta pertolongan pelayan di Beebimbab untuk membantu mengaduknya di hadapan Anda.

Dua restoran Korea di atas memang memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, dari segi interior dan penyajian. Jika di Han Gang Anda bisa menikmati menu a la Tatami yaitu gaya duduk bersila (asian style). Namun ada pula penyajian dengan menggunakan kursi dan meja, bahkan ruangan VIP tersendiri. Sedangkan di beebimbab Anda harus puas dengan menikmatinya di atas meja tanpa kompor untuk memasak sendiri. “Kita sengaja tidak menempatkan kompor di meja, karena memasak sendiri menimbulkan asap dan itu cukup mengganggu,” kata Jo. Simply Korean, setidaknya tagline yang dianut beebimbab benar-benar diimplementasikan.

http://www.appetitejourney.com/images/content/article/korean%20food%20evolution%2006.jpg

Selain dua restoran di atas, terdapat pula restoran Korea yang cukup dikenal, Ga Hyo. Restoran ini terletak di kawasan strategis, Sudirman. Anehnya, menu orisinil di restoran Korea ini justru digandrungi pengunjung yang notabene orang Jepang.
Our Recommended:
Han Gang
Korean Restaurant-Grill & Shabu-shabu
Jl. Wolter Monginsidi no.99
Jakarta Selatan
Tlp: (021) 7278-7802

beebimbab
Simply Korean!
Plaza Indonesia, entertainment X’enter
l1 # ex 35-36
Jl. M.H. Thamrin kav.13, Jakarta 10350
Tlp: (021) 315 7516 / 8

Ga Hyo
Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta

squallleon7
25-09-2010, 11:07 AM
Kimchi jjigae

http://www.korean-food-recipe.com/wp-content/uploads/2008/02/kimchi-chigae.JPG

Kimchi jjigae is often cooked in Korean homes using older, more fermented, kimchi, creating a much stronger taste and containing higher amounts of “good” bacteria also found in yogurt.
2t sesame oil
1/2 pound of pork stew meat, cut into cubes or strips
1 package of firm tofu, cut in cubes
2 - 3 cups of fermented kimchi
2t soy sauce
1t sugar
1t chopped green onion

1. Heat the sesame oil in a dutch oven on medium heat, then saute the pork.
2. Add the kimchi and saute for five minutes. If you want really spicy jjigae, add some of the leftover juice from the bottom of the kimchi jar. Pour in enough water to cover the kimchi and pork mixture, plus one inch or so.
3. add tofu, soy sauce and sugar.
4. Boil it for twenty minutes, add green onions, and cook five minutes more.
5. Serve with steamed rice.

*Jjigae (pronounced chee- geh) is a Korean dish similar to a Western stew. A typical jjigae is heavily seasoned with chile pepper and served boiling hot. A Korean meal almost always includes either a jjigae or a soup.


================================================== ====

http://www.trifood.com/image/bulgogi_image_final.JPG

Grilled Marinated Beef

Bulgogi is one of Korea's most popular beef dishes. It is made from thinly sliced sirloin or another prime cut of beef. The meat is marinated with a mixture of soy sauce, sesame oil, black pepper, garlic, onions, ginger, wine and sugar. It is marinated for two to four hours to enhance the flavor and its tenderization.

Bulgogi is traditionally grilled, but broiling or pan-cooking is common as well. Whole cloves of garlic, sliced onions, and chopped green peppers are often grilled or cooked at the same time. It is often served to non-Koreans as a first taste of Korean cuisine.

This dish is usually served with a side of lettuce, spinach, or other leafy vegetable, which is used to wrap a slice of cooked meat, often times along with a dab of ssamjang, kimchi, or other side dishes, and then eaten as a whole. To see a visual illustration, click here.

Korean 101: "Bul" is the Korean word for "fire", and "gogi" is "meat" .∙. "Fire meat"

Recommended restaurant: Kum Gang San

Recipe Ingredients
*
1 pound thinly sliced steak
*
5 tbsp sugar
*
1/2 cup soy sauce
*
2 buds finely chopped garlic (can also be crushed, and crushed buds removed before serving)
*
1/4 tsp salt
*
5 tbsp Mirin (sweet sake, optional)
*
2 tbsp sesame oil
*
2 tbsp toasted sesame seeds
*
1 cup split green onions
*
2 cups thinly sliced carrots (optional)

Cooking Directions

1.
Mix all ingredients except carrots. Marinate in refrigerator for at least 2 hours.
2.
Cook over medium high heat until meat is just short of desired completion.
3.
Add carrots and cook for an additional 3 minutes.
4.
Serve with rice.

squallleon7
25-09-2010, 11:08 AM
Menikmati Yangnyem Kalbi di Seoul Japanese Resto

Ingin mencoba makanan yang sedikit berbeda sore ini? Sundubu Chige, Yangnyem Kalbi, ataupun Bimbibap bisa jadi pilihan yang menarik. Apalagi ditemani suasana rumah tradisional Korea yang cukup mendukung. Wah, pasti jadi teringat film-film Korea favorit! Coba intip disini yuk!

Menu utama di resto ini sendiri adalah BBQ (kalbi). Sebut saja Bulgogi yang merupakan daging sapi panggang yang dilumuri saus khas Korea, Useol Gui yaitu lidah sapi panggang, dan Yangnyem Kalbi. Sedangkan menu lainnya ada Yukgejang untuk sup sapi pedas, Ramen Soup, Dolsot Bibimbap, Yeomso Suyuk bagi penyuka daging kambing, dan beberapa menu Jepang seperti sushi.

Ngaku penggila makanan Korea? Pasti tahu dengan makanan yang satu ini. Yak, kimchee namanya. Terbuat dari sayuran segar seperti lobak dan sawi yang telah difermentasi dan biasanya dijadikan menu pembuka. Kimchee sendiri merupakan salah satu makanan Korea yang cukup populer. Kimchee ini dibuat dari aneka sayuran, namun di Korea sendiri kimchee lebih sering dibuat dengan menggunakan sawi putih dan lobak (lebih sering sesuai musim). Awalnya kimchee hanya dibuat dengan proses digarami atau diasinkan, namun seiring waktu kimchee dapat dibuat melalui proses fermentasi.
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/seoul01bsr.jpg


Hidangan pendamping menu utama atau biasa disebut dengan Bachan. Sajiannya sungguh lengkap, mulai dari aneka jenis kimchee, teri, dan hidangan pelengkap Kalbi seperti wortel, bawang putih, cabai hijau, irisan timun, selada dan daun kenip.
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/seoul02bsr.jpg


Dengan sigap sang pelayan akan membantu anda untuk memanggang daging. Wah..wah..
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/seoul03bsr.jpg


Daging iga yang disayat tipis berdesis diatas alat pemanggang. Tak hanya daging, jamur dan juga bawang bombay juga ada. Hmmm.. aromanya menguar bikin perut makin kerucukan!
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/seoul04bsr.jpg


Daun selada, daun kenip, irisan cabai hijau, irisan bawang putih, dan tak lupa daging kalbi yang telah dipanggang dijadikan satu lalu dilipat dan dimakan. Hmm.. rasanya benar-benar lezat!
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/seoul05besar.jpg


Sundubu Chige sendiri disajikan dalam mangkuk batu panas berwarna hitam. Jadi meskipun didiamkan lama, sup ini masih tetap terjaga kehangatannya. 'Sundubu' atau 'dubu' merupakan bahasa Korea yang berarti tahu, jadi sebenarnya hidangan ini merupakan sup tahu. Kuahnya berwarna kemerahan dan terlihat pedas, persis seperti yang pernah saya lihat di film-film Korea. Sup ini terdiri atas tahu sutera yang dipotong segi empat, sedang. Sebagai pelengkapnya ada irisan daging, telur, irisan lobak, dan daun bawang.
http://i373.photobucket.com/albums/oo171/bayigajah/slseoulbsr.jpg


Untuk menyantap kesemua hidangan ini anda memang harus merogoh kocek cukup dalam. Seporsi Kalbi dihargai Rp 120.000,00 - Rp 170.000,00, sedangkan Sundubu Chige dihargai Rp 65.000,00. Namun bagi Anda yang ingin merasakan hidangan home cooking ala Korea, tak ada salahnya untuk mencicipi kuliner Korea yang istimewa ini!

Seoul Japanese Restaurant
Boulevard Palem Raya #2809
Lippo Karawaci 1200, Tangerang
Telp: 021-5460845/5460840

squallleon7
25-09-2010, 11:10 AM
Korean Breakfasts

A typical Korean breakfast is not that much different than the other meals of the day, except maybe a bit on the lighter side (or with less banchan/side dishes). So rice, a small bowl of soup or stew, and any number of side dishes (banchan) would also make up the first meal of the day.

Although traditionally there is no separate category of “breakfast food” like there is in America, it's now pretty common for Korean people to eat Western foods like cereal, bread, or pastries for breakfast.

These photos are examples of meals that might be enjoyed in a Korean household for breakfast.

Traditional Full Korean Breakfast

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/Fathersdaybrunch-2.jpg

Since a traditional Korean breakfast has rice, soup, meat, and a full array of side dishes, I made this meal for a Father's Day brunch that I hosted for a few fathers in my family's life. It included: Grilled Short Ribs (Galbi), Spicy Seafood Salad, Bean Sprout Rice (Kongnamul Bab), Spicy Stewed Fish, Cold Cucumber Soup (Oi Naengguk), Seasoned Kelp, and Radish Strip Kimchi (Moo Saengchae).


Korean Breakfast with Fruit, Bread, and Eggs

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/watermelonbreakfast.jpg

Korean people love eggs and they can be served at any meal of day. This Western-style Korean breakfast has fried eggs, fruit, Japanese-style white bread from a Korean bakery, and some local strawberry butter.


Korean Breakfast with Eggs and Tofu

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/tofu-breakfast.jpg

This Korean Breakfast Photo has a vegetable omelette, tofu with seasoned soy sauce, rice cooked with red and black beans, radish kimchi (kaktugi), and Korean Coleslaw.


Korean Breakfast Photo - Egg Toast Sandwich

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/eggtoast.jpg

This Korean breakfast sandwich, sold by street vendors in cities, is commonly called tost-u (toast) or gaeran tost-u (egg toast). It's not that different from an American egg sandwich, but the addition of cabbage and a liberal dusting of brown sugar are tasty additions.

squallleon7
25-09-2010, 11:11 AM
Korea has very unique cold noodle named which literally means cold noodle. (냉면)
No other country has cold noodle soup like Korean. The most similiar style is Japanese Soba, but the only similiarity is that the noodle is served in cold. Soba noodle is served with cold dipping sauce, but Korean Naengmyun is served in cold broth.

Korean cold noodle is made from buckwheat. Usually the noodle is very thin and chewy. Sounds wierd? But that is true. As thin as your hair, but as strong as a fishing thread. Soup is usually very cold and refreshingly sour. Sometimes there is some hot chilli paste.
However, if you find very traditional style Korean cold noodle, the taste will be a little bit different as above. Noodle will not be strong, and the soup will not be sour. You can smell the flavour of buckwheat, and enjoy the calm taste without any strong flavor.
You can eat this noodle almost every place in Korea, but one of the vest place is in Seoul, Euljiro 4Ga.

White Kimchi Cold Noodle Soup (Dongchimi Gooksu)
http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/dongchiminoodles.jpg


Cold Noodle Soup
http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/b0034974_489edb10ec6a4.jpg

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/145439253_c809cb9997.jpg

If you want to suicide very happily,
then the best way is eating your favorite food until you die.

The second best way is eating anyting until you die.

The third best way will be eating very strong food just one bite and then die.
Korean Myungdong Ramen is best fit for the third way.
You will not feel any pain, because as soon as you eat, you will paint your brain with white brush and you will lost yourself in your body. If you survive (un)fortunately, then you should search your mouth to find your tongue, which the red is not from tomato, ketchup, paprica, etc.
Believe it or not, the red color is all from nothing else than hot pepper.

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/c0049956_2052587.jpg

If Coney Island witnessed the birth of the hot dog, Seoul in South Korea saw subsequent generations mutate into a an entirely new genus of animal. An animal coated in a skin of batter and french fries then presented deep-fried on a stick.

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/1327329422_e875773245_o.jpg

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/1327327878_3494cb4827_o.jpg

t turns out that Seoul is packed full of artisan hot dog vendors. Vendors wrap them in bacon, mashed potato, corn batter or what looked to be seaweed then invariably deep fry them.

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/1327330914_05ec217015_o.jpg

squallleon7
25-09-2010, 11:18 AM
Korean Food : Spicy Ham & Sausage Soup

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/BACEB4EBC2EEB0B318-C8ADB2F6C7D120BA.jpg

Korean name is "BUDAE CHIGAE 부대찌개"

The main ingridient is assorted sausage, ham and spam.
But the taste is very strong and hot because of Korean chilli sauce (GOCHUJANG)

It is originated at the Korean war and the US Army.
Cheap Korean restaurant get Spam, ham, sausage from black market or even the food garbage of US soldiers.

This day BUDAE CHIGAE is clean and exotic food. All Korean likes it.



Korean Food : Kimchi

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/kimchi.png

Kimchi is already famous for the symbol of Korean food. Even it is not only a symbol of Korea food, but it is the symbol of Korea herself! Korean eat Kimchi almost every meal. Even when you go to nice and expensive french restaurant, still you can order some Kimchi. You can order Kimchi at Outback stakehouse. Because Korean customer usually ask for it.

Kimchi is the representative name of Korean style vegetable salad. That is something like cheese. French has more than 100 kinds of cheese, but they call them just cheese.

Although there are more than 100 kinds of Kimchi, you can expect the "Baechu Kimchi" at the ordinary restaurantt. (The picture above). The main ingridient is asian cabbage, hot pepper, green onion. And maybe some leek, carrot, radish, pear and etc.

Taste is usually spicy, sour, and strong. But don't panic too much if you can't eat. You do not have to order one bowl of Kimchi. It is not like "One ceaser's salad for $5". Whatever you order, you will have a small plate of Kimchi. You can ask for more, for free.

Korean Food : Seaweed Roll (Gimbap)

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/1967005937.jpg

You can have Gimbap김밥 any place in Korea. Gimbap is one of most beloved snack and lunch in Korea. It usually contains carrot, ham, egg, spinach, sesame seed and leaf, radish rolled by sticky rice and seaweed, seasoned by salt and sesame oil. You can order additional ingridients such as cheese, kimchi, tuna.

Price starts from 1$, and no more than $3 for 1 line. Adult male usually eat 2 lines for 1 meal.


Korean Food : Gopchang (Intestine)

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/b0034974_12025057.jpg

Intestine. Sounds yucky? No, Never!

Broiled intestine is very chewy and nuturious. If you don't like fatty meat then the broiled intestine is not for you. But if you are a hungry meat monster and eager to try exotic meat, then intestine is wonderful choice. You can not eat broiled intestine anywhere other than Korea.

Korean whisky "Soju" is very nice with intestine.

Usually orderd more than 2 servings. Pork intestine costs $7~$10 per 1 serving. Beef intestine costs $15~$20 per 1 serving. In Seoul, go to Wangsipri왕십리 to try best Gopchang in the world.


Korean Food : Ginseng Chicken Soup

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/244157001.jpg

Korean eat nuturious food at summer as a tradition. Nowadays summer specialty is the famous "Ginseng Chicken Soup" (or "Sam Gye Tang" In Korean)

The soup is much more richer than western style chicken soup, because of several Korean herbs in addition to Ginseng. (Basically in Korea Ginseng is not for food but for medicine).

squallleon7
25-09-2010, 11:19 AM
Sizzling Hot

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/09-136.jpg

What do you eat when you're trying to stay cool? In many countries, the obvious answer would be ice cream, frozen yogurt and other ice-cold treats.

It's always a surprise for many foreigners to find out one of the most popular dishes during summer is a piping hot bowl of samgyetang or chicken ginseng soup.

``Fighting fire with fire'' may be the philosophy behind eating this hot soup during summer. Back in historical times, it was customary to eat samgyetang, a soup with chicken stuffed with rice, ginseng and jujubes, during the three hottest days of summer or ``sambok.''

Eating samgyetang, which is rich in protein and vitamins, is supposed to help keep one healthy to fight off fatigue in the hot summer.

``Consuming this spicy soup on a hot summer day caused one to perspire heavily, much like a sand sauna, but also served to bolster the bodily constitution and ward off illness,'' David E. Shaffer wrote in ``Seasonal Customs of Korea.''

To Sok Chon is one of the best-known samgyetang restaurants in Seoul. President Roh Moo-hyun himself is said to be a big fan of the restaurant, which is located in Cheboo-dong, near Cheong Wa Dae.

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/070726_p09_beat1.jpg

Jung Sung-hoon, To Sok Chon's owner, said the restaurant has been operating for 25 years and is a favorite among politicians because of its proximity to Cheong Wa Dae. ``We serve thousands of bowls of samgyetang every day during summer. There are always twice as many customers during summer,'' Jung told The Korea Times.

Due to its popularity, you might find yourself lining up under the sun for around 10 to 15 minutes before you can get a table during lunch and dinner times. However, most customers say it is well worth the wait.

Jung said the samgyetang's distinctive taste comes from the combination of herbs, jujube dates, ginseng, glutinous rice, gingko, pumpkin seeds, grains and special secret ingredients. The chicken itself is tender and flavorful. It costs 12,000 won.

To get to To Sok Chon, get off at Gyeongbokgung Station (Line 3, Exit 2) and walk 120 meters, turn left at the GS 25 convenience store and you'll find the restaurant on the left. You won't miss the line of people waiting for a table at the restaurant.


Spicy Cold Noodles

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/070726_p09_beat2.jpg

Another distinctly Korean summer dish is naengmyeon or cold noodles. Eating naengmyeon on a sultry humid day is always a refreshing treat.

Naengmyeon originated in North Korea, hence the popular dishes Pyeongyang naengmyeon and Hamheung naengmyeon are named after two cities. Pyeongyang naengmyeon, also known as mul (water) naengmyeon, features an icy, watery broth and uses buckwheat flour for its noodles.

Hamheung naengmyeon, or bibim naengmyeon, is not served with broth, but is spiced with red-pepper paste. It also uses noodles made of sweet potato starch. Both dishes are served with sliced beef, boiled egg, cucumbers and pears.

While you can find naengmyeon almost anywhere in the city, Ojang-dong is known for its so-called naengmyeon street, with some of the oldest restaurants in the city.

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/070726_p09_beat4.jpg

Heungnam House is the oldest naengmyeon restaurant in the area, having opened in 1953 by Noh Yong-won, after she fled from her hometown Heungnam to South Korea during the Korean War.

Heungnam House has a decidedly low-key and unpretentious atmosphere that has kept a steady stream of customers coming through its doors for more than 50 years. Its naengmyeon dishes use thin, soft noodles, and its bibim naengmyeon, 7,000 won, is not too spicy.

Other well-known restaurants in Ojang-dong are Hamheung Naengmyeon, which opened in 1955; and Shingchang Myeonok, which opened in 1981.

To find Ojang-dong naengmyeon Street, get off at Euljiro 4-ga (Subway Line 2, Exit 8) and go straight to the direction of the Jung-gu Office. At the intersection, turn left and go straight for 50 meters and you'll find the naengmyeon restaurants. If you go during lunchtime, just follow the people lining up at the restaurants.

Ice-cold Sweets

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/070726_p09_beat5.jpg

Summer heat always seems to intensify a craving for something sweet and cold.
In Korea, summer is almost synonymous with patbingsu, or shaved ice served with sweet red beans and fresh fruits. It is so popular that even fast-food chains like Lotteria and Burger King came with their version of patbingsu.

One of the famous patbingsu restaurants is Mealtop, located at the fifth floor of Hyundai Department Store in Apgujeong. While some may initially balk at paying 6,000 won for a bowl of shaved ice and red beans, its patbingsu has a well-deserved reputation as one of the best in the city.

Mealtop's patbingsu features snowy shaved ice with milk and is topped with creamy, sweet red beans and fresh fruits. It also offers variations with strawberry ice, coffee ice and even one for dieters.

With the well-being craze, there are several places serving healthier versions of patbingsu. O'Sulloc Tea House serves green tea patbingsu. It may seem like an odd combination _ shaved ice with red beans and green tea ice cream, but it is surprisingly tasty.


Scream for Ice Cream

http://i16.photobucket.com/albums/b50/qiqi_anne/070726_p09_beat3.jpg

Ice cream is always everyone's favorite summer treat. Aside from the usual Korean popsicles available at every convenience store, foreign ice cream chains like Cold Stone Creamery and Baskin Robbins offer fresh, new flavors to suit everyone's taste.

Cold Stone Creamery is relatively new to Korea, having opened only in June 2006, but it is rapidly expanding throughout Seoul.

Here, you can choose your favorite ice cream flavor to be mixed with a variety of fruits, nuts, chocolate bits, brownies and candy on a frozen granite stone counter. This is one place where you can have your ice cream treat exactly the way you want it.

The ice cream chain is fast becoming popular for its signature creations with enticing names such as Cheesecake Fantasy, Strawberry Shortcake Serenade and Strawberry Banana Rendezvous.

Kwon Yu-mi, in charge of marketing and public relations at Cold Stone Creamery Korea, said the company makes sure the ice cream it serves in Korea is exactly the same in the U.S. All the ice cream bases, mix-ins and waffle mixes are imported from the U.S.

However, Cold Stone Creamery is adapting to the tastes of Koreans by introducing "well-being" flavors such as Yogurt and Green Tea.

Baskin Robbins is also popular, with branches almost everywhere in Seoul. Baskin Robbins introduced fruity flavors perfect for the summer, such as Aloe Pineapple Yogurt. Their ice cream fondue, featuring scoops of ice cream to be dipped in hot chocolate, is popular among groups of friends.

Health buffs flock to Red Mango for its low-fat yogurt topped with an assortment of fruits and cereals, and fruity yogurt drinks. American chain Smoothie King also offers nutritious, creamy smoothies that combine fruits, natural juices and vitamins as a healthy alternative.

ashreychan
04-10-2010, 08:54 PM
Doyan Bimbibibap, tapi ga doyan Kimchi /...

rasanya terlalu... eksotik /e18