PDA

View Full Version : [Share] Cerita/Drama Lucu ttg RF



sansanrf
20-06-2010, 08:53 PM
Ayo semua yang berimajinasi tinggi share Curhat/Chit-Chat/cerita/darama lucu/kocak/biasa ajah ( tema RF ya jgn yang lain judul apa jah boleh yg penting berbau RF >.<)
*Tolong jgn di closed pls saya mau liat imajinasi forum rf ini >,<
jgn lupa ama Pemenang Event LYTOGAMERS SAY I ♥ YOU
untuk melihatnnya klik Spoiler.Thx
dari discolovers
To My Juliet : DewiPortunA ( RF Online)

Semua bermula ketikaku melihatmu duduk sendiri di pemimpin bangsa
Entah mengapa hatiku tergerak untuk berchating denganmu
Gembira rasa hatiku ketika dirimu mau berkenalan denganku
Dan tahu bahwa dirimu memang adalah seorang wanita saat aku melihat FB mu
Rasa gembira itu melebihi ketika aku diangkat menjadi dewan cora
Kita pun selalu bercanda bersama, rusuh bersama dan leveling bersama
Ketika dirimu tidak online entah mengapa hilang semangatku bermain RF
Aku pun tersadar apa yang telah terjadi pada hati ku
Bahwa aku telah terperangkap oleh pesonamu
Izinkanlah diriku mendekati dan bersamamu selalu
Janganlah kamu ensnare aku
Janganlah kamu stone curse aku
Agar aku dapat menghacurkan dinding hati pengahalang antara kita dengan bash explosion
Hingga aku pun dapat mengutarakan isi hatiku kepadamu dan berjanji akan menjagamu selalu. karena
Aku Sayang Kamu
dan
Aku Cinta Kamu

From Your Romeo : SekmeT ( RF Online)
dari om yos90 :
dear GM RF Online Indonesia for Cora (FAIRIANTE),

FAIRIANTE the Queen of Cora

Ketika ku melihatmu tuk pertama kalinya
Berbalut dengan nick berwarna merah muda
Muncul di tengah markas cora
Menampilkan sejuta pesona

FAIRIANTE...FAIRIANTE...
Walaupun ku terkena entangle
Walaupun harus berhadapan dgn launcher siege
Kan kukeluarkan animus hecate
Tuk basmi musuh semue
Demi None FAIRIANTE dan Cora tercinte

Red siege ataupun red MAU
Aku kan hadapi sampai mati
Itulah bukti kuatnya cintaku padamu
Seperti kuatnya force Meteor terkena musuh
In the name of Decem
Nobody can destroy us
Glory of Holly Alliance is the gift to you

FAIRIANTE, Ratuku tercinta
Oentoekmoe dan bangsaku, ku berjuang
Raih kembali cinta padamu dan bangsaku
Control Chip musuh kan kuhancurkan
End of Chip War will be ours

Oh FAIRIANTE, The Queen of Cora
Now, I'm still remember
Love and Spirit of you, me and Cora
In the First Chip War with GM
Never affraid to our enemy
Ending of Chip War are ours

Valentine Day, February 14 2010
Aku kan menyatakannya rasa hati ini
Lewat surat ini padamu...
Engkaulah ratu Cora
None FAIRIANTE..tercinte.....
Tolong online kembali demi Cora
Ingatkah kau saat-saat kita bersama?
Now, Cora needs you to get back our spirit
Ever and forever we will fight together with love to get back our glory

Detik demi detik, kurekam dalam memory
All of moment that we share together
Yes, it's the sweetest moments in Cora with our beloved GM, FAIRIANTE, The Queen of Cora

with Love,
XtremeYos
Cora, Server Astro
RF Online Indonesia

message : semoga surat cinta ini bs membuat hati FAIRIANTE tergerak tuk membangunkan kembali semangat cora yang sudah down saat ini.

dari mas lime lunar
Spoiler: Hide
Semilir angin panas Sette berhembus
Derai kincir angin menderu
Turcoat Sette seru bernyanyi
Bersama sesosok keanggunan sejati

Itulah dirimu pujaan hati
Auramu terpancar menyejukan diri
Keanggunan terpancar dari sosok mu
Bagaikan pelangi di hamparan salju Ether Sky

Hanya 2 hal yang membuatku terpesona
Genderang chip war dan kamu
sosokmu selalu kunantikan
sehingga kupasang Revealer agar kau tak dapat sembunyi dari pandanganku

Kukirimkan animus kepadamu
membawa surat cintaku ini
Dengarlah suara jeritan hati

Dapatkah kita bertemu malam ini..
Di rawa kabut tempat kita pertama berjumpa
Hasil Copas :
Isis! Bersiaplah! Broad Outlook! Might! Rush! Kali ini aku tidak akan setengah - setengah. Akan kuhabisi para makhluk kerdil itu. HEA!! BLAZING LANCE! FROST BOVA! Maju Isis! Walaupun sudah ditekan dengan nuklir, pasukan Cora justru masih terus mendorong Bellato ke arah Chip mereka. Aku menoleh ke arah Ravi yang sedang dirawat oleh para Grazier. Aina! Aina tidak ada! Biasanya ia selalu berada di samping Ravi. Aku melihat sekeliling untuk mencarinya.

DHUAR! Ledakan besar mengejutkan kami semua. Aina! Dia seorang diri menerobos barikade Bellato. Ledakan tadi berasal dari Meteor yang dia jatuhkan. Celaka! Pasukan MAU mulai berdatangan. Aku pun segera berlari untuk menghampirinya. Ia sendiri, walaupun dikepung begitu banyak Bellato, ia masih bisa melukai banyak dari mereka. Dari pipinya terlihat air mata, namun matanya menunjukkan jiwa yang sedang terbakar amarah. Satu buah Goliath merah muncul dari kerumunan dan menghampirinya. Tunggu.. Merah? Bahaya!!


“Aina!! Mundurlah!!”, aku berteriak mencoba memanggilnya. Namun ia terlanjut larut dalam amarah dan lepas kendali. Banyak prajurit Bellato yang berguguran di sekitarnya. MAU yang mendekatinya pun kembali dengan penuh asap. Apakah yang mendorongnya hingga bisa menjadi sekuat ini? Terhanyut dalam lamunan membuatku lupa akan Goliath yang hendak menghampirinya.
“Dash!”, Katherine berlari dengan cepat untuk mengejarnya. Semoga saja masih sempat. Aku pun turut bergabung dengan mereka. Ensnare tidak akan mempan. Kalau begitu..

METEOR! SANDSTORM!
Golitah itu sedikit terhambat dengan seranganku. Katherine juga berhasil tiba di tempat Aina. Ia bersiap menghadapi Golitah itu.
“Heaaa!! FURY SWIPE!!”, Katherine berputar dengan cepat sebelum menghantamkan Hora Sword yang bersinar - sinar ke arah MAU itu. MAU itu mencoba menangkisnya dengan lengan kanannya. Namun yang terjadi adalah kerusakan parah pada lengan itu sehingga tidak bisa digunakan lagi. Katherine pun melanjutkan serangannya. Dengan Pressure Bomb, Power Cleave dan Shining Cut yang diakhiri dengan sebuah Fury Swipe lagi, MAU itu mengeluarkan asap hitam, tanda bahwa akan segera hancur. Tiba - tiba saja kokpit MAU itu terbuka dan keluarlah seorang perempuan kecil yang merupakan Armor Rider dari MAU tersebut. Ia terlihat panik dan berusaha lari dari Katherine. Ia berlari sambil menembaki kami secara membabi buta.

Ensnare! Aku berhasil memperlambat laju Armor Rider tersebut. Kali ini dia tidak akan lolos!
“BLAZE PEARL!”, Aina membuat lajunya benar - benar terhenti dengan merobohkan dia. Aku dan Katherine segera maju untuk terus menekan ke arah Chip Bellato. Namun Aina berjalan menghampiri perempuan Bellato yang sudah tidak berdaya itu. Langkahku terdiam sejenak untuk melihat apa yang dia lakukan. Ia menarik tongkatnya ke belakang sambil menatap Bellato itu dengan dingin. Aina.. Jangan - jangan..

“FLAME ARROW!”, Aina dengan telak melancarkan force itu dari jarak dekat ke arah kepala Bellato tersebut. Croot! Darah segar mengalir dari leher Bellato tersebut. Leher? Kemana kepalanya?!! Aina terlihat puas setelah melakukan itu. Bahkan ia menjadi lepas kendali. Ia maju ke barikade dengan serangkaian force mematikan. Ia juga membawa sebuah Gunblade yang digunakan untuk memastikan yang dia serang telah tewas, entah itu dengan menebas kepalanya atau menusuk jantungnya. Astaga….

“Bahaya!!”, seorang Assassin berlari - lari sambil berteriak.
“ACCRETIA!!”, teriaknya sambil berlari menghampiri Namine. Cih! Back door! Aku pun segera menghampiri Katherine.
“Bagaimana ini? Kita dikepung!”, seruku.
“Terus menyerang Chip Bellato. Kalau kita mundur kita malah akan dihabisi oleh mereka. Saat ini Bellato sedang terdesak. Lebih aman kalau kita menekan mereka”, ucap Katherine.
“Tapi bagaimana kalau ada archon atau wakil archon Bellato muncul?”, tanyaku lagi.
“Tenanglah, kita akan baik - baik saja”, ucap Katherine. Katherine melakukan kontak mata dengan Namine dan Femz dari jauh. Mereka saling menggangguk menandakan kebulatan tekad.

“SERAAANG!!”, dari belakang Ravi berlari. Dia sudah lebih baik karena para Grazier mengobatinya. Semuanya kembali bersemangat melihat Ravi sudah kembali.
“TABRAAAAKKK!!!”, Katherine maju memimpin kami semua.
“LINDAAAASSS!!!”, Femz juga tidak kalah semangat dengan Katherine.
“PERKOSAAA!!!”, Aozora juga ikut berteriak. Walaupun dengan hidung dan mulut yang berlumuran darah (dan busa), ia masih tetap semangat berperang. Hanya saja… yah sudahlah.. Yang penting dia semangat.

DHUARR!
Tiba - tiba saja terdengar ledakan hebat dari belakang. Sial! Launcher Accretia!
“Aku akan menahan mereka!”, ucapku pada para petinggi. Namun belum sempat aku melancarkan satu force pun, Aina sudah berdiri di depan Striker itu. Ia mendekatkan ujung tongkatnya ke ujung launcher milik Striker itu.
“FIREBALL!”, dengan satu serangan, Siege Kit itu meledak di tempat, mengakibatkan lengan Striker itu juga putus.
“WAVE RAGE! SOLAR BLADE!”, Striker itu hancur seketika oleh Aina. Celaka! Teman - temannya mulai berdatangan. Bahaya! Dia tidak akan bi..

AAKHH!! Punggungku ditusuk oleh sesuatu! Aku berusaha mencabut apa yang menusukku. Ha? Pisau? Phantom Shadow? Dimana dia? Sial! REVEALER! Huh! Di situ kau rupanya.
ENSNARE! Matilah kau.. METEOR! BLAST SHOT! VENOM BREATH! WAVE RAGE! Setelah menghabisi Phantom Shadow tersebut, aku segera menghampiri Aina.

“Aina! Kita mundur dulu dan bergabung dengan yang lain! Kita serang Bellato bersama - sama”, ucapku padanya.
“Tidak! Aku akan menghabisi mereka! Mereka harus merasakan penderitaan yang dialami Ravi!!”, ucapnya dengan geram.
“Tapi kan yang menyerangnya adalah nuklir Bellato. Maka Bellato lah yang harus kita serang!”, aku mencoba meyakinkan Aina. Aku tidak memperhatikannya dengan seksama. Namun tubuh Aina terlihat penuh luka sayatan dan bakar. Dari mulutnya mengucur sedikit darah. Kedua lengannya penuh luka sayatan. Kakinya mengalami luka bakar di daerah lutut. Walaupun dia bisa mengalahkan mereka, tapi lama kelamaan ia akan mencapai batasnya. Kalau begini terus bisa berbahaya.
“Tidak apa.. Aku akan mengurangi resiko Chip dihancurkan oleh Accretia. Biar aku yang menahan mereka. Kalian hancurkanlah Chip Bellato”, perintah Aina.

“Bodoh..”, seseorang berkata dengan pelan sambil berjalan menghampiri kami. Itu.. Ravi?!
“Buat apa kita membentuk pasukan yang kokoh jika kamu ingin bertarung sendiri? Kita harus bertempur sebagai sebuah bangsa. Jangan sampai kita tercerai berai”, ucap Ravi.
“Tapi kamu..”, Aina terlihat sangat khawatir.
“Aku tidak apa - apa! Luka ini belum seberapa jika dibanding penderitaan bangsa Cora yang tertindas selama ini”, Ravi mencoba menenangkan Aina.
“Ya. Aku mengerti. Maaf..”, Aina pun menghampiri Ravi lalu ia dipeluk olehnya.
“Tidak apa. Sekarang giliran kita yang menyerang. Kita serang mereka bersama - sama ya”, ucap Ravi.

Sebuah bola energi dikumpulkan di kepalan tangan Ravi. Perlahan - lahan bola itu makin memanjang hingga menjadi seperti sebuah tombak. Lalu sinar yang menyelimuti tombak itu hilang. Dan munculah sebuah Hora Spear. Wow! Hebat sekali.. Ia pun langsung berteriak memberi perintah pada yang lain.

“SEMUANYA!! KITA SERANG! DECEM’S PROTECTION!”, cahaya menyilaukan menyelimuti kami semua. Namine dan Katherine maju memimpin serangan ke arah Bellato. Sedangkan Aina dan Ravi menyerbu pasukan Accretia. Amukan kami saat ini membuat para Bellato dan Accretia yang ada ketar ketir. MAU berwarna hitam dan merah yang ada pun segera berbalik ke arah portal mereka. Melihat itu, Namine berusaha mengejar mereka. Katherine pun datang menghampirinya dan…..menggendongnya? Hah? Katherine berlari dengan cepat sambil menggendong Namine, menyusul para kawanan MAU tersebut.

Namun dari belakang terdengar banyak suara orang yang muntah. Aku menghampiri mereka untuk memeriksanya. Yang pertama kuhampiri adalah Aozora.
“Ada apa? Kenapa bisa begini?” tanyaku cemas.
“Tidak apa. Ini gejala biasa. Aku tidak kuasa menahan diri”, ucapnya dengan terengah - engah.
“Menahan diri dari apa?”, tanyaku lagi.
“Itu…”, ucapnya sambil menunjuk Katherine dan Namine yang saling berpelukan erat sambil berlari.
“Hoeek”, lagi - lagi Aozora muntah. Lama kelamaan aku menjadi mual melihatnya.
“Memangnya ada apa?”, tanyaku.
“Kau….tidak tahu yang sebenarnya ya?”, balas Aozora.

Aku mencoba berpikir sambil melihat mereka berdua. Tapi yang ada justru aku malah terkesan dengan kerja sama mereka berdua. Dengan satu lompatan, Namine berhasil mendahului mereka dan menutup jalur lari MAU tersebut. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada para MAU tersebut karena terhalang. Yang jelas, tiba - tiba saja MAU itu meledak semua. Hanya tinggal Namine berdiri di tengah kobaran api bekas ledakan MAU tersebut. Katherine hanya diam melihat aksi Namine itu.

“Itu…serangan itu…serangan paling berbahaya yang dimiliki Namine”, ucap Aozora.
“Memangnya apa yang dia lakukan?”, tanyaku lagi.
“Dia..”, belum sempat ia menyelesaikan ceritanya, sebuah Hora Knife yang bersinar menghantam kepala Aozora. Dalam sekejap, ia sudah pingsan. Femz? Kenapa?
“Ada apa ini?” tanyaku.
“Tidak apa - apa. Hanya membantu mengistirahatkan orang yang sedang mabuk. Haha..”, setelah berkata begitu Femz lalu maju untuk menghancurkan Chip Bellato. Astaga! Aku sendiri hampir lupa kalau saat ini sedang Chip War. Baiklah.. Aku juga akan maju! Ini serangan terakhir!

“SERAAANG CHIIIPPPP!!!”, seru Femz.
Dengan serempak semua yang ada langsung menyerbu ke arah Chip Bellato. Chip yang sudah hampir tidak ada penjaganya itu diluluhlantahkan dengan mudah oleh kami. Hanya tersisa beberapa warrior dan spiritualist Bellato. Dalam sekejap, Chip itu sudah hampir mencapai batasnya. Namun ternyata pasukan Accretia tidak tinggal diam begitu saja. Mereka mencoba mencari celah untuk ikut menyerang Chip. Sial!

METEOR! VENOM BREATH! FROST NOVA!
Kutumbangkan setiap Accretia yang mencoba mendekati Chip. Namun mereka terus menerus berdatangan tanpa henti. Tanpa kami sadari, pasukan Accretia sudah mengepung kami di Chip Bellato. Jumlah mereka jauh lebih banyak dari kami. Chip Bellato pun kini dikerubungi oleh para robot tersebut. Ditambah lagi, Ravi meminta kami semua untuk mundur. Apa?! Di saat begini?!

“SEMUANYA!! KITA HARUS MUNDUR!!”, teriak Ravi.
“AKAN ADA NUKLIR DI SINI!!”, sambungnya.

Serentak kami semua langsung berlari menjauhi Chip Bellato. Kini Chip itu benar - benar akan dihabisi oleh para Accretia. Walaupun aku kesal, aku tidak bisa berbuat apa - apa. Aina dan para perwira Cora juga terlihat sudah sangat kelelahan. Haruskah perjuangan kami ini usai begitu saja? Tidak.. Tidak boleh! Aku pun akhirnya melawan perintah Ravi dan berlari menuju Chip Bellato.

“Layla! Kamu mau pergi kemana?!”, teriak Aina.
“Kalian pergilah. Biar kuselesaikan ini”, jawabku.

Setelah berkata begitu, aku langsung menyerbu bersama Isis. Accretia yang tidak menyerang Chip menghadangku. Heheh.. Majulah!
FROST NOVA! LIGHTNING CHAIN! METEOR!
Pasukan Accretia yang menghampiriku menjauh karena seranganku itu. Dengan jalan yang terbuka itu, aku terus berlari menuju Chip. Semakin dekat ke Chip semakin banyak Accretia yang menghadangku. Mereka seakan tidak ada habisnya. Chip pun sebentar lagi akan hancur. Di langit pun terlihat asap putih sedang menuju kemari. Celaka! Nuklir!

“Jangan menyerah!!”, seorang warrior mengikutiku dan menebas Accretia yang hendak menyerangku.
“Kau tidak akan sendirian”, muncul juga seorang Grazier dengan animusnya. Katherine dan Namine?!
“Tidak ada waktu lagi!!”, Katherine dan Namine langsung maju menerjang kerumunan Accretia yang menghalangi mereka. Aku pun ikut membantu.

(9…)
Sial… Semakin dekat saja nuklir itu.
VENOM BREATH! AQUA BLADE! SWARM!
Kombinasi kami bertiga cukup berhasil membuka jalan. Namun entah akan sempat mencapai Chip tepat waktu atau tidak.

(8…)

(7…)
“Tidak akan sempat!!”, ucap Namine putus asa.
“Belum! Masih bisa!”, Katherine terus maju menerjang para Accretia. Sementara nuklir sudah berada di atas kami.

(6…)

(5…)
“Namine! Kemarilah! Serangan kombinasi!!”, perintah Katherine pada Namine
“Baiklah!”, Namine pun langsung melompat ke pangkuan Katherine dan berlari menerobos gerombolan Accretia.

(4…)

(3…)
Kumohon… Semoga berhasil…

(2…)
Nuklir semakin mendekat. Banyak Accretia yang mundur menjauh dari situ. Hanya tinggal para Striker yang masih menembaki Chip. Aku pun mengambil langkah mundur.

(1…)
Katherine dan Namine berada tepat di depan Chip. DECEM… Tolonglah!

DHUARR!!

Ledakan yang sangat kuat terjadi di sana. Api menggulung hingga ke langit. Aku dan pasukan Accretia lainnya terpental cukup jauh karena nuklir itu. Dan tubuhku juga berwarna kehijauan. Setelah ledakan itu berakhir dan asap hilang, dari tempat ledakan tersebut berdiri dua orang. Katherine dan Namine!! Mereka pun mengangkat Chip Bellato dengan bangga. Berarti… CORA MENANG!! Yaaay… Aku pun langsung berlari menghampiri mereka berdua. Tepat di belakang mereka, sebuah kawah besar tercipta karena nuklir tadi mendarat. Hebat sekali mereka bisa selamat dari maut.

“Kalian tidak apa - apa?”, tanyaku pada mereka.
“Begitulah. Hanya sedikit terkena radiasi nuklir”, ucap Namine sambil merapikan rambutnya.
“Ayo kita ke tambang tengah. Waktunya mengasuh Holy Stone Keeper”, ucap Katherine sambil mengajak kami semua berjalan. Namun ada seorang Striker yang masih hidup dan mencoba bangun. Dengan lengan yang sudah putus dan badan penuh percikan listrik, ia berusaha menghampiri kami.

“Kem..bali..kan.. Itu…milik…ka…mi…”, ucap Accretia itu dengan susah payah.
“Enak saja. Wee…”, ejek Namine sambil menjulurkan lidahnya.
“Ku..kurang ajar!!”, Striker tadi menjadi geram.
“Siapa yang kurang ajar sebenarnya? Mencoba mencuri kemenangan setelah kami susah payah menerobos barikade”, balas Katherine dengan ketus.
“Ini gila… INI GILA!!”, Accretia tadi menjadi murka dan mengeluarkan launcher dengan satu tangannya. Ia bersiap menembak. Namun Katherine dengan cepat sudah berada di depannya dan menghadang jalur tembakannya.
“INI CORAAAA!! DHUAGG!”, dengan satu tendangan, Striker tadi terpental lalu terjatuh ke dalam lubang nuklir tadi. Kami pun segera bergegas menuju tambang tengah.

Sesampainya di sana, Ravi segera mengkoordinir para Hunter, Steeler dan Assassin untuk menyiapkan perangkap di pintu masuk tambang tengah. Para Archer dan Adventurer pun berjaga di tempat - tempat tersembunyi. Sedangkan yang lain berada di jalur masuk menuju Holy Stone Keeper dengan para warrior di barisan depan. Aku bergabung dengan spiritualist lain di belakang mereka. Suasana hening menantikan serangan macam apa yang akan datang.

Tiba - tiba saja suara gemuruh terdengar memenuhi ruangan itu. Pasukan gabungan Accretia dan Bellato langsung menyerbu tambang tengah. Namun karena persiapan yang gesit, terjadilah pesta kembang api di depan pintu masuk tambang. Perangkap yang dipasang meledak tepat ketika mereka menginjak masuk ruangan. Ditambah lagi mereka ditembaki dengan beruntun dari tempat tidak terduga. Namun para warrior Accretia dan MAU Bellato menerobos dengan paksa. Kami pun maju menyambut kedatangan mereka. Aura berwarna kuning dan biru muda pun terlihat. Para wakil archon Accretia dan Bellato kini turut bergabung dalam penyerangan Holy Stone Keeper.

“SEMUANYAA!! SERAAANG!!”, teriak Ravi.
Berbagai force Expert dan Elite menghujani kerumunan pasukan yang menyerang kami. Setelah serangan pembuka itu, para warrior masuk melanjutkan serangan. Terjadi peperangan yang sangat kacau di dalam tambang tengah. Gabungan Accretia dan Bellato memang menyeramkan. Setelah bertarung cukup sengit, lama kelamaan kami terdesak. Aku sendiri tidak dapat berbuat banyak menghadapi para Striker. Jangkauan serangan mereka saat sedang berada dalam mode siege sangat luar biasa. Ini akan menjadi 30 menit terlama dalam hidupku. Bukan, tapi juga bagi kami semua bangsa Cora.

“KITA BISA MELEWATI INI! JANGAN MENYERAH! KELUARKAN HECATE KALIAN!”, atas perintah Ravi itu, para Grazier termasuk aku segera memanggil Hecate untuk situasi ini. Serangan Hecate yang menyebar dan memiliki kemampuan untuk melumpuhkan lawan cukup berguna. Warrior Accretia dan Bellato yang mencoba menerobos barikade yang dibentuk para Black Knight berhasil dipukul mundur. Kami bisa sedikit mengulur waktu dengan serangan Hecate ini. Ditambah lagi dengan serangkaian force tingkat Elite yang dikeluarkan secara bersamaan. MAU pun sampai mundur karena terlalu banyak menerima serangan.

Namun satu persatu Hecate kami tumbang secara tiba - tiba. Striker! Kami hampir melupakan mereka. Selama ini mereka terus berada di belakang dan tidak terjangkau serangan Hecate. Mereka memang tidak dapat bergerak mendekat. Tapi itu juga membuat kami kesusahan untuk memukul mereka mundur. Sementara itu pasukan yang tadi berhasil kami usir untuk sesaat, tengah bersiap - siap untuk gempuran berikutnya. Aku langsung dipanggil Ravi untuk berkumpul dengan para petinggi. Sepertinya mereka mempunyai rencana.

“Hecate tidak mempan. Bagaimana dengan Paimon?”, tanya Ravi.
“Negatif. Jumlah Paimon tidak sepadan dengan jumlah Striker yang ada. Lagipula Paimon hanya bisa menahan, bukan mendobrak”, jawab Katherine.
“Menahan sekaligus mendobrak. Kalau begitu serahkan saja pada kami para Black Knight. Dengan dukungan seluruh Inanna, pasti akan cukup untuk memukul mereka mundur”, sambung Femz.
“Ya. Itu mungkin bisa berhasil. Tapi dengan itu masih belum cukup. Kita juga butuh Warlock serta Grazier tipe menyerang”, balas Ravi.
“Biar kupanggil salah seorang Warlock”, Aina langsung bergegas mencari seseorang.

“Sekarang tinggal Grazier penyerang. Namine, kau pimpin serangan”, ucap Ravi.
“Jangan!”, sanggah Katherine.
“Inanna miliknya salah satu yang paling kuat. Lagipula dengan kemampuannya lebih baik dia memimpin pasukan pendukung”, sambungnya.
“Serahkan pada kami”, tiba - tiba seorang Grazier wanita menghampiri kami.
“Namaku Penelope. Aku dan guildku telah melatih Isis kami untuk penyerangan skala besar. Isis kami memiliki jangkauan serangan yang lebih jauh dari Isis biasa. Izinkan kami membantu serangan”, sambungnya.
“Baiklah. Bagi pasukan Grazier menjadi dua, penyerang dan pendukung. Black Knight akan membuka jalan dan Warlock akan mengusir mereka.
“Ini dia orangnya”, Aina telah kembali sambil membawa seorang Warlock.

“Siapa namamu?”, tanya Femz.
“G-goodkach.. Eh, Goodkat”, ucapnya dengan nada gugup.
“Goodkat. Kau pimpin para Warlock untuk menghantam para Striker. Black Knight yang dipimpin Femz akan mendekat sedekat mungkin dengan para Striker. Saat itulah kau hajar mereka dengan serangan terhebatmu”, ucap Ravi.
“Usahakan dengan force air. Kemungkinan bisa merusak sistem dan sensor mereka”, Aina menambahkan.
“Ja-jangan”, jawab Goodkat.
“Kenapa memang?”, tanya Aina.
“Na-nanti jadi becyhek”, jawabnya sambil sedikit menunduk karena malu.

“…”, semua yang ada di sana tidak bisa berkata apa - apa. Hanya kebingungan yang tersirat di wajah mereka.
“Yah, terserah kau sajalah. Pastikan mereka mengalami kerusakan berat”, jawab Ravi dengan dahi penuh keringat.
“Lalu aku bagaimana?”, tanyaku.
“Kau bergabung dengan pasukan pendukung. Karena tanpa animus pun force mu sudah cukup berbahaya. Membawa Inanna pun tidak masalah menurutku”, jawab Ravi.
“Aku mengerti”, jawabku.
“Baiklah. Kalau begitu kembalilah ke posisi kalian masing - masing. Mereka akan segera datang”, perintah Ravi. Kami pun segera berkumpul dan bersiap - siap.

Bersiaplah kalian. Walaupun kalian menggabungkan kekuatan seperti apapun, akan kami hadapi.
“Layla! Layla! Bisakah kau mendengarku?”, suara Belze terdengar.
“Ada apa?”, tanyaku.
“Jangan panggil satu animus pun. Simpan tenagamu untuk memanggilku”, jawabnya.
“Memang kenapa?”, tanyaku lagi.
“Dengan sisa tenagamu sekarang, kau tidak akan sanggup menahanku untuk waktu yang lama di luar. Setiap pergerakanku akan menghabiskan tenagamu. Ditambah lagi…”, Belze terdiam sesaat.
“Ditambah lagi apa?”, tanyaku penasaran.
“Ada sesuatu yang….sesuatu yang mengerikan mendekat. Berhati - hatilah…”, selesai itu suara Belze tidak terdengar lagi.

Kira - kira apa yang akan menghampiri kami semua. Di depan kami hanya ada kerumunan Accretia dan Bellato. Dan tampaknya Holy Stone Keeper masih tenang - tenang saja. Ada apa gerangan…

Tags: Accretia, Armor Rider, Bellato, Chip, Cora, Decem, Goliath, Ho
Hasil Copas 2
19. Sledgehammer Romance

Sudah beberapa hari sejak aku pulang dari Ether. Semua orang di koloni sangat mencemaskanku. Mereka mengatakan bahwa hanya aku seorang yang pulang dari Ether sejak diberikan tugas itu. Aku sangat menyesal karena aku tidak tahu apa yang menimpa teman - temanku. Namun sampai sekarang aku belum menceritakan tentang bangsa Esper itu. Karena aku takut tidak akan ada yang percaya. Mungkin bila saatnya tepat nanti akan kuceritakan pada mereka semua.

Aku pun masih ingat tentang apa yang dikatakan Reita sewaktu di Ether dulu. Tentang ramuan penambah tenaga ciptaan seorang Black Knight di Istana Haram. Berhari - hari aku mencari Black Knight dengan luka di dahi namun tidak pernah kutemukan. Yang kutemui malah seorang Templar dengan ciri - ciri yang sama. Karena aku takut salah orang, aku tidak berani menanyakannya. Aku pun mencoba untuk bertanya kepada seorang Guardian yang menjaga Istana Haram.

“Permisi..”, salamku pada Guardian itu.
“Ya. Ada apa ya? Ada yang bisa saya bantu?”, jawabnya dengan ramah.
“Umm.. Apa benar di sini ada Black Knight yang menjual ramuan ajaib penambah kekuatan?”, tanyaku. Ia pun tidak langsung menjawab. Ia menengok ke kiri dan ke kanan. Sepertinya ia sedang memeriksa apakah ada orang lain di sekitar kami. Lalu ia pun menjawab.
“Begini ya. Memang ada. Tapi ia hanya muncul pada malam hari”, bisiknya kepadaku.
“Lho? Kenapa begitu?”, tanyaku lagi.
“Karena.. err.. kalau di siang hari, ia menjadi seorang Templar. Dan sikapnya juga sangat pendiam, tapi misterius. Akan tetapi….”, ia terdiam sejenak.
“Tapi apa?”, tanyaku.
“Bersyukurlah kalau kau wanita. Karena kau tidak akan merasakan kengeriannya pada saat siang hari. Ia menderita suatu keanehan sifat yang sangat langka”, jawabnya.
“Keanehan sifat seperti apa? Sepertinya aku baru pertama kali mendengarnya”, ucapku.
“Hay.. Itu adalah sindrom yang sangat berbahaya. Sindrom itu adalah sindrom yang membuat seorang laki - laki bisa menyukai sesama laki - laki. Bukan hanya menyukai, bahkan bisa bersikap sangat mesra. Membayangkannya saja sudah sangat menyeramkan, apalagi bila melihatnya secara langsung”, muka Guardian itu menjadi sangat pucat setelah menjelaskan semuanya.

“Lalu pada saat malam tiba..”, ia kembali melihat - lihat sebelum melanjutkan perkataannya.
“Lalu apa?”, tanyaku tidak sabaran.
“Ia baru menjadi seorang Black Knight. Namun..sikapnya itu..menjadi bertolak belakang. Memang dia tidak lagi menjadi seorang hay pada malam hari. Hanya saja, gairah dan libido nya terhadap lawan jenis sangatlah tinggi”, jelasnya dengan nada serius. Ugh.. Menyeramkan..
“Jadi karena kau seorang wanita, lebih baik kau menemuinya pada siang hari”, jelasnya.
“Baiklah. Terima kasih ya”, setelah memberi salam aku pun langsung pergi mencari Templar tadi. Ah, bodohnya. Aku lupa menanyakan siapa namanya. Yah, sudahlah. Nanti biar aku tanya langsung saja pada orangnya. Tanpa disengaja, aku melihatnya sedang berdiri di depan mesin lelang. Aku pun segera menghampirinya.

Tapi saat aku hendak naik ke tangga tempat pelelangan, ia tampak menghampiri seorang laki - laki. Aku pun mengurungkan niatku untuk menemuinya karena takut mengganggunya. Namun karena aku penasaran, aku pun tetap memperhatikan mereka berdua. Tak lama kemudian, mereka pun pergi dari situ dan menuju ke belakang Istana. Rasa penasaranku semakin bertambah. Karena itu, aku pun mengikuti mereka. Saat mereka menemukan tempat yang cocok, mereka mulai berbincang - bincang. Aku pun segera bersembunyi di balik dinding dan mencoba memantau mereka. Bisa kulihat dengan jelas walaupun dari jauh kalau tangan mereka saling berpegangan dengan erat. Samar - samar bisa kudengar nama mereka berdua. Templar itu memanggil lelaki “pasangannya” dengan nama Shintetsu. Dan orang itu memanggil Templar itu dengan nama Lilsquall. Oh, Decem.. Mengapa Engkau menciptakan makhluk seperti mereka berdua?

Aku pun mengurungkan niatku untuk mencari ramuan itu. Lebih baik aku berusaha dengan kekuatan sendiri. Oh, mungkin sekarang saat yang tepat untuk berkunjung ke perpustakaan. Siapa tahu aku bisa menemukan buku yang menuliskan tentang Belze di sini. Seperti biasa, perpustakaan memang selalu sepi. Aku mengelilingi ruangan itu dengan seksama untuk mencari buku - buku tentang animus. Tapi yang kutemukan malah buku - buku yang aneh tentang animus. Ada “Semalam Bersama Isis” yang ditulis oleh Ravi. Ravi? Tuan Archon juga menulis buku? Namun karena sedang tidak tertarik dengan Isis, aku mengembalikan buku itu ke raknya. Lalu aku kembali berjalan dan melihat - lihat. Kutemukan lagi buku yang aneh. “Animus Idaman” yang ditulis oleh Namine. Dari sampul depan, sepertinya buku ini cukup aneh. Pasalnya, gambar yang kulihat di sampul adalah Paimon yang bersatu dengan MAU sedang memasang Siege Kit. Wew.. Animus macam apa itu? Buku yang aneh.

Setelah terus mencari, akhirnya aku menemukan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa kuno. Aku mencoba membalik halaman demi halaman. Bahasanya benar - benar aneh. Untung saja ada beberapa gambar yang masih bisa kulihat. Di sana tergambar manusia yang bersayap membawa pedang. Mungkinkah ini Belze? Karena gambarnya sangat kuno dan berbeda sekali dengan Belze yang kulihat. Di situ juga tergambar tiga buah batu. Sama seperti batu yang tertera di dada Belze. Ya, sepertinya ini buku yang aku cari. Lebih baik aku bawa pulang dan aku baca di rumah. Sesampainya di rumah, aku hanya bisa melihat - lihat gambar dari buku itu. Lama kelamaan, aku mulai mengantuk. Karena hari juga sudah mulai malam, lebih baik aku tidur saja. Esok pagi aku berencana untuk mengunjungi makam teman - teman seperjuanganku di Ether.

Kini aku sedang berada di depan makam teman - teman yang ikut dalam misi ke Ether bersamaku. Aku tidak menyangka mereka semua akan menjadi korban karena aku telah meninggalkan mereka. Aku pun tidak tahu siapa penyebab semua ini. Yang pasti, bila aku menemukan pelakunya, dia tidak akan kuberi ampun sedikitpun. Setelah berdoa sejenak di sana, aku kembali ke balai utama. Dalam perjalananku aku menjumpai archonku dan wakilnya yang sedang berjalan - jalan dengan animus mereka, yaitu Paimon berwarna perak dan Sealed Isis berwarna merah. Archonku adalah seorang Artist yang terkenal ahli dalam membuat senjata. Sedangkan salah satu wakilnya yang bernama Aina adalah Grazier yang pandai dalam strategi perang. Meskipun mereka berdua tidak turun di garis depan, komando mereka dari baris belakang bisa membawa kemenangan bagi Cora.

“Selamat pagi, Layla”, ucap archonku kepadaku.
“Se-selamat pagi, Yang Mulia”, jawabku dengan sedikit terbata - bata.
“Aduh.. Sudah kubilang dari dulu. Aku tidak terbiasa dengan formalitas. Panggil saja Ravi”, balas archonku sambil tersenyum.
“Ma-maafkan aku, Yang.. er Ravi”, ucapku.
“Ada apa denganmu, Layla? Hari ini kau tidak terlihat seperti biasanya”, tanya Aina.
“Tidak apa - apa. Aku hanya sedikit lelah saja”, jawabku.
“Hmm.. Aku tahu. Pasti soal lelaki ya?”, goda Ravi kepadaku.
“Ti-tidak”, jawabku dengan sedikit panik. Uuh.. Kenapa aku panik ya?
“Tahu darimana kamu?”, tanya Aina.
“Aina.. Kamu kan dulu juga sering melamun tidak menentu waktu kita baru beberapa kali bertemu”, mendengar ucapan Ravi itu, istrinya, Aina menjadi memerah mukanya.
“Hihi.. Bisa saja kau”, Aina pun tersipu - sipu mendengar ucapan Ravi.

Lama kelamaan wajah mereka berdua makin mendekat. Muka Aina kini semakin merah. Ia pun lalu memejamkan matanya. Oh DECEM.. Mengapa kau memperlihatkan pemandangan seperti ini kepadaku? Aku pun menutup mataku dengan kedua telapak tanganku. Entah kenapa aku menjadi salah tingkah. Saat ini kepalaku dipenuhi oleh bayangan seseorang.

CRAASH!
Tiba - tiba terdenga suara yang mengagetkan. Aku pun langsung membuka mataku untuk melihatnya. Ya ampun! Punggung Ravi ditusuk oleh Isisnya. Ia pun meringis kesakitan. Aina yang melihat itu langsung menarik Paimon dan memanggil Inanna. Kulihat Isisnya memalingkan muka, seakan - akan sedang kesal. Ew.. Animus bisa cemburu juga kah?

“Kamu tidak apa - apa?”, tanya Aina cemas.
“Ah, tidak. Hanya sedikit..berdarah..”, ucap Ravi menahan sakit. Mungkin tusukan Isisnya sedikit berlebihan sehingga membuat luka seperti itu. Isis Amy Grade memang hasil evolusi Isis yang terkuat saat ini. Daya rusaknya memang di bawah launcher Accretia dan MAU Bellato. Tapi kecepatan serangannya melebihi dua senjata spesial bangsa itu. Dan yang tadi menusuk dia hanyalah Sealed. Wew..

“Raviii!!! Dimana kamuuuu??!!!”, seseorang berteriak dengan keras dari pemancar radio markas.
“Ugh.. Itu Katherine!”, ucap Ravi sambil menunjukkan ekspresi cemas.
“RAVII!!!!”, suara teriakan itu terdengar semakin keras.
“Ravi! Sudah hampir waktunya Chip War!”, seru Aina.
“Ah, iya! Aku hampir lupa! Aina! Layla! Kita berkumpul di markas sekarang!”, balas Ravi.
“Baik!!”, aku dan Aina serempak menjawab. Lalu kami pun segera bergegas menuju markas. Di sana Katherine, salah satu wakil archon kami sedang mengatur pasukan.

“Ravi! Kamu ini kemana aja sih?”, tanya Katherine ketus.
“Ah.. Err.. Tadi aku sedang mengunjungi makam para patriot..”, jawab Ravi dengan muka pucat.
“Saat ini Femz sudah berada di Crag untuk menyiapkan formasi para Hunter dan Assassin. Dan di sini para Templar, Guardian dan Black Knight sedang bersiap - siap”, jelas Katherine.
“Baguslah. Aina, kamu kumpulkan para Artist. Siapkan Guard Tower di depan Chip”, perintah Ravi.
“Baik. Aku akan berangkat sekarang”, balas Aina. Aku sendiri sedang bingung mencari posisi dimana aku berada. Entah dimana para spiritualist berada. Tiba - tiba saja dari portal datang sekelompok orang. Di depan mereka berdiri seorang wanita dengan aura yang sangat kuat. Walaupun wanita, tubuhnya sangat kekar layaknya seorang Templar. Tidak..mungkin menyamai postur tubuh laki - laki. Ew.. Dan dia pun menghampiri kami.

“Maaf aku terlambat. Aku ada urusan di gurun Sette tadi”, ucap wanita itu.
“Tidak apa, Namine. Kau dan para Warlock, Grazier dan Dark Priest sudah siap?”, tanya Ravi.
“Ya. Aku akan berada di belakang pasukan Katherine nanti. Sekarang aku akan menyusul Femz ke Chip”, setelah berkata begitu, Namine dan para spiritualist masuk ke dalam portal.
“Layla? Kenapa kamu masih di sini?”, tanya Ravi.
“Eh? He? Aa!!!”, dengan panik aku berlari menuju portal menyusul Namine dan yang lainnya. Betapa bodohnya aku yang lupa kalau aku juga seorang Grazier.

“Sesampainya di Chip, suasana sangat ramai. Para Artist sedang sibuk memasang guard tower mereka. Sementara itu Femz tidak terlihat. Mungkin ia sedang bersama para Hunter dan Assassin untuk memasang jebakan. Di situ juga aku melihat seorang warrior yang sedang memutar - mutar Spadona miliknya. Sepertinya aku kenal. Umm.. Aozora? Aku pun segera menghampirinya. Dia pun menoleh ke arahku.

“Hei, Layla. Sudah mempersiapkan diri?”, tanyanya.
“Ya. Tunggu.. Aura ini.. Kau menjadi wakil archon juga?”, tanyaku padanya.
“Ah.. Saat ini aku hanya menjabat sebagai tim pembantu saja. Hehe..”, ucapnya sambil tertawa - tawa.
“Oh.. Pembantu..”, ucapku pelan.
“… Memangnya kenapa kalau aku pembantu?”, tanyanya dengan ketus.
“A-ah. Tidak. Kukira kau menjabat sebagai tim penyerang”, jawabku. Tanpa berkata apa - apa dia langsung berbalik badan dan meninggalkanku. Ia bersiap - siap untuk maju ke medan pertempuran.
“Tidak perlu khawatir. Nanti dia juga akan baik lagi”, seseorang tiba - tiba berkata begitu dari belakang. Aku pun segera menengok ke belakang untuk melihat siapa dia. Kak Lime!
“Kak, apa kabar? Lama tak berjumpa”, ucapku.
“Maaf aku belum sempat mengunjungimu sejak kamu pulang. Aku sibuk berlatih di Gunung Buas”, balasnya.
“Ya. Aku mengerti. Kakak kan kebanggaan keluarga. Aku bisa memaklumi kalah kakak harus menjaga reputasi”, balasku lagi.
“Haha.. Bisa saja kamu. Ayo kita berangkat”, ucapnya. Lalu kami pun berkumpul di depan Chip bersama yang lain. Para Hunter dan Assassin pun sudah kembali. Para Artist juga sudah selesai memasang Guard Tower. Kemudian Ravi berdiri di depan. Dia menyalakan Ether Wing nya dan melayang - layang di depan kami semua.

“Wahai sahabatku semuanya, kali ini kita akan berperang demi kemenangan. Sudah cukup kita dikalahkan oleh archon baru Bellato. Sekarang kita tunjukkan kekuatan kita yang sebenarnya!!”, Ravi memberi semangat pada yang lain. Serempak yang lain bersorak - sorak penuh semangat.
“Baiklah.. DECEM menyertai!! MAJUUU!!!!”, teriak Ravi.
“YAA!!! ARGHH!!!”, dengan komando itu semuanya segera berlari penuh semangat. Yang kami tuju kali ini adalah Chip Bellato. Ravi maju lebih dulu dengan Ether Wingnya. Namun baru maju sebentar di depan kami sudah membentang barikade robot hitam dan merah miliki Bellato. Semuanya sempat terhenti melihat pemandangan itu. Tapi Ravi tidak. Ia turun dari Ether Wing nya dan menghampiri Bellato tersebut. Dari tangannya terbentuk kumpulan force. Lalu force itu berubah menjadi sebuah tombak. Field Lance? Bagaimana dia melakukannya? Ia pun segera maju menerjang Bellato tersebut.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!! BANTU ARCHON KITA!!”, Katherine berteriak lalu maju menyerang bersama para warrior. Meskipun lawannya adalah MAU, kami menjadi tidak gentar sedikitpun.
“BLACK KNIGHT MAJUU!!! WARLOCK BERSIAPP!!”, Ravi memberikan komando untuk menyiapkan serangan force. Femz langsung masuk ke kerumunan dan mengalihkan perhatian para MAU tersebut. Black Knight yang lain juga ikut membantu.
“SEKARANG!!!”, Ravi memerintahkan para Warlock untuk menyerang dengan serangan force terkuatnya. Aku pun ikut membantu dengan Wave Rage dan Meteor. Para Grazier pun mengeluarkan animus mereka. Kak Lime langsung maju dengan Isis merah nya. Pasukan ranger pun tidak kalah ganasnya dengan yang lain. Aku pun tidak akan kalah.

“Biar aku saja”, tiba - tiba ada yang berkata begitu kepadaku. Hecate?
“Kenapa?”, tanyaku padanya dalam hati.
“Seranganku akan cocok dengan mereka. Aku pasti akan melakukan yang terbaik”, ucapnya. Baiklah..
“Keluarlah! Hecate!”, akhirnya dia keluar dengan tanduk yang menyala - nyala. Kita maju, Hecate!

“TABRAK!!!”, Katherine terlihat semakin ganas. Ia menebas setiap MAU yang dia temui layaknya boneka kayu. Perlahan - lahan kami mulai mendorong para Bellato ke arah Chip mereka. Saat itu juga dari balik bebatuan keluarlah para ranger, warrior dan spiritualist mereka. Celaka! Ini perangkap!! Kami langsung dikepung oleh para Bellato. Namun kami tetap tidak gentar sedikitpun. Katherine dan Femz terus berada di baris paling depan. Mereka tidak menghiraukan serangan para Bellato. Ravi yang biasanya hanya berada di belakang saja kini ikut menyerang bersama Aina.

“Kita masih bisa memenangkan ini!! ISIS!! MAJU!! SOLAR BLADE!! SANDSTORM!! LIGHTNING CHAIN!!”, Namine berlari menyerang para pasukan Bellato yang bukan pengendara MAU. Semuanya sibuk dengan lawannya masing - masing. Aku sendiri lumayan direpotkan oleh seorang Wizard. Dia bisa menyerang dari jauh. Sementara aku memiliki gerakan terbatas. Kurang ajar! HECATE! Setelah Hecate maju dan mulai menyerangnya, aku pun turut membantu. BLAZE PEARL! WAVE RAGE! Dengan dua serangan itu ditambah serangan Hecate, Wizard itu terpental dan jatuh. Baru aku menyelesaikan satu, seorang Berserker melompat dan menghampiriku. Kyaa!!!

TRANG! Dua Spadona beradu di depan mataku. Aozora.. Ia pun sempat menoleh ke arahku sebentar sebelum melanjutkan serangan pada Berserker tersebut. Aku pun ikut membantu dengan serangan area. Tapi para Bellato itu terus saja berdatangan. Walau mereka berhasil dipukul mundur, pasukan bantuan segera datang menolong. Seakan tidak ada habisnya. Femz dan Katherine juga hampir mencapai batasnya. Padahal kami sama sekali belum menyentuh Chip.

Tiba - tiba saja Namine melompat melewati kerumunan dan menempatkan diri di antara pasukan utama Bellato. Ia nekat sekali!! Dikelilingi Bellato dalam jumlah sebanyak itu bisa membahayakan dirinya. Aku pun segera berlari untuk membantunya. Namun belum sempat aku berbuat apa - apa, pasukan - pasukan yang ada di sekitarnya semuanya tumbang. Dari mulut mereka keluar buih dan darah. Astaga! Apa yang dia lakukan? Tunggu! Di sana juga ada Aozora dan kak Lime! Mereka juga mengalami hal yang sama! Astaga!!

Akibat serangan Namine yang tidak jelas itu, di antara pasukan Bellato itu terbentuk celah. Kami pun segera menerobos hingga ke depan Chip Bellato. Sejauh ini kami belum berjumpa dengan para perwira Bellato. Tiba - tiba saja langkah Ravi terhenti. Maka yang lain termasuk Katherine dan Femz pun ikut berhenti. Tak lama kemudian, ia pun berteriak..

“LARII!!!! NUKLIR!!!!”, semuanya langsung berlari kembali ke arah lorong di tambang tengah dengan sekuat tenaga. Katherine yang berada paling depan saat menyerang, kini sudah berada di barisan paling depan saat mundur. Kecepatan berlari Templar sangatlah luar biasa. Tapi Ravi seperti tidak konsentrasi untuk berlari. Ia lebih seperti sedang kebingungan mencari sesuatu.

GUBRAK! Terdengar seperti ada seseorang yang terjatuh. Suara itu terdengar dari arah belakang. Aku pun melihat ke belakang untuk melihat siapakah yang terjatuh. Belum sempat aku berlari untuk menghampirinya, Ravi sudah lebih dulu berlari.
“SEMUANYA BERGEGASLAH! BIAR AKU YANG MENOLONG AINA!”, Ravi memerintahkan yang lain untuk lari lebih dulu. Yang lain sudah banyak yang mencapai tambang tengah. Namun Ravi dan Aina masih jauh di belakang. Aku sendiri tidak bisa berlari jauh karena khawatir melihat mereka berdua. Ravi pun segera mengeluarkan Sealed Paimonnya dan memeluk Aina dengan erat.

“LAYLA! APA YANG KAMU LAKUKAN?! CEPAT LARI!”, kak Lime berteriak memanggilku.
“Tapi.. mereka..”, aku panik melihat keadaan ini.
“SUDAHLAH! PARA GRAZIER DAN ARTIST NANTI AKAN MENOLONG MEREKA!”, balas kak Lime. Akhirnya aku pun berlari meninggalkan mereka. Dari langit bisa kulihat ada asap putih yang melintas. Celaka!
“PAIMON!! PANGGIL PAIMON!! TIDAK AKAN SEMPAT!!”, kak Lime kembali berteriak. Baru saja aku memanggil Paimon..

DHUARR!!
Ledakan yang sangat hebat terjadi di tempat itu. Paimon ku langsung cedera berat. Aku sendiri terkena radiasi nuklir yang menyebabkan tubuhku sedikit berwarna hijau. Begitu juga dengan kak Lime dan beberapa orang yang terlambat masuk ke tambang tengah. Setelah nuklir itu turun, para Grazier langsung memanggil Inanna bersama para Artist. Mereka bergegas menghampiri Ravi dan Aina.

Astaga.. Aku tak sanggup melihatnya. Aina memang tidak apa - apa dan hanya terkena radiasi. Namun tubuh Ravi berwarna merah pekat. Tubuhnya dipenuhi darah. Kalau bukan karena kekuatan archon, sepertinya ia tidak akan selamat. Aina menangis dengan hebatnya melihat Ravi terluka parah seperti itu. Aku pun segera berlari menghampiri mereka dengan Inanna. Saat aku berlari, para animusku kembali berbicara.

“Kau masih akan terus begini?”, itu Isis kah?
“Apa maksudmu?”, tanyaku.
“Kau…tidak bertarung dengan sungguh - sungguh”, ucapan Isis itu mengagetkanku.
“Apa maksudmu? Aku.. aku sudah berusaha sekuat tenaga”, jawabku.
“Tidak! Kau memilih siapa lawanmu. Kau takut bila harus bertarung dengan Holy Chandra itu kan?”, degg.. Isis.. Dia bisa membaca isi hatiku. Memang benar.. Aku tidak sanggup bila harus bertarung dengan orang yang telah menyelamatkan nyawaku.
“Kalau kau tidak bertarung dengan sungguh - sungguh, teman - temanmu yang akan menjadi taruhannya”, Isis menegaskan kepadaku.
“Tenang saja..”, suara yang lain terdengar lagi. Aku belum pernah mendengar suara yang ini. Jangan - jangan, Belze?
“Ya. Ini aku, Belze. Aku tidak merasakan keberadaan tongkat ataupun pedang Myth itu. Jadi Bellato dan Accretia yang kau temui di Ether tidak ada di sini. Maka…mengamuklah sepuasmu..”, ucap Belze. Entah kenapa mendengar hal itu aku menjadi merasa sangat lega. Baiklah.. Akan kubalas para Bellato itu!!

Tags: Accretia, Animus, Bellato, Black Knight, Chip, Cora, Ether, Grazier, Guard Tower, Hecate, Holly Chandra, Isis, MAU, Paimon, Siege Kit, Templar, Wizard

omndutzkeren
26-10-2010, 01:49 PM
gw demen ama crita yg judulnya :copas (ini judul asli bukan yah ?) klo yg laen mah agak LeBaY .. tp gpp gw apresiasi kreatifnya .. tp cerita pas war itu yg paling G_G LOE BANG /b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau

gw demen cerita perang /b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau

lanjutlah ..

n151183n
26-10-2010, 04:51 PM
gw demen ama crita yg judulnya :copas (ini judul asli bukan yah ?) klo yg laen mah agak LeBaY .. tp gpp gw apresiasi kreatifnya .. tp cerita pas war itu yg paling G_G LOE BANG /b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau

gw demen cerita perang /b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau

lanjutlah ..

Iya itu dr forum sebelah dech kyk'y soalny pernah baca2 juga...malah full story'y panjang banget tuh

lagimasuk
26-10-2010, 08:37 PM
wah g ada imajinasi buat bikin gitu.
dari tadi ngutak ngatik kata" yg bagus jg g dapet" /b-nangis

blaky000
27-10-2010, 08:09 AM
/d-ketawa/d-ketawa/d-ketawa/d-ketawa



LANJUTKAN........






/b-dukung/b-dukung/b-dukung

jurigtektek
27-10-2010, 05:56 PM
Lanjut Gan..

blaky000
04-11-2010, 12:48 PM
wah sepi....../b-sedih/b-sedih/b-sedih

chevalierx12
25-09-2011, 12:33 AM
ketika itu...sewaktu bertemu dgn mu biasa saja...
setelah beberapa kali bertemu dan kau mengatakan bahwa kau adalah wanita..
hati ku pun ter ketuk dan sedikit terbuka untuk mu...
setelah bbrapa lama bertemu dgn mu saat pertarungan antar guild .,,
ku semakin lama terpana dan terpesona ...
ketika aq add fb mu .. kau sangat lah cantik dan menawan...di tambah senyum manis mu serta bentuk khas pipi mu... aq semakin jatuh hati pada mu..




tetapi.. seorang patriot datang ,, memberitakan berita yg mencengangkanan..
kurasa tak percaya semua perkataan nya.. ku ingin dia mengatakan hal yg berbeda..


namun perkataan nya benar ,, dia memberi tahu yg sesungguh nya,..
kenyataan yg tak bisa ku terima.. dan justru menarik ku dari lubang lembah kenistaan...
ternyata dia yg kucinta adalah seorang pria,..


hancur berkeping dan rata dengan tanah sgala semangat dan ceria ku...
ku ingat slalu nick mu tuk membuktikan aq bukan mahoo,,, tapi korban mahoo..

MinoruJr(maho kronizz)NoBodykn0w(char lugu)

blaky000
26-10-2011, 10:03 AM
up up up up up trs donk

wlordarayw12
26-10-2011, 11:57 AM
whahahahaaa bagus juga tuh tulisan tulisan nya

Horxe
26-10-2011, 06:27 PM
ceritanya bagus euy
tp gw ga baca ampe abis jg sih wakawkwakawk

yourself
26-10-2011, 09:00 PM
kreatif dah yg buat critanya
salut gw lanjutkan gan

bangenol
26-10-2011, 11:55 PM
wihhh keren banget tuh si copas ... lanjut gan ...

melinda2222
27-10-2011, 07:30 AM
ada-ada aja../b-hati

Fire
31-10-2011, 11:18 AM
kerenn.....
wkwkkwkw

for2days
31-10-2011, 03:18 PM
haha ada2 aja ide nya

fanzz17
31-10-2011, 05:38 PM
wkkwkwk...
keren gan

mastreo925
31-10-2011, 07:28 PM
harusnya dibikin lomba bih yg beginian ...
biar ningkatin kreatifitas hhaahha + ngisi waktu luang

ice
31-10-2011, 08:46 PM
mantap gan....
hehe

tankbadak
01-11-2011, 03:01 AM
gw rasa yang bikin cerita nih sedang G4L4U" nya di dunia RF Indonesia awkawkkawk ya udah deh gpp dilanjutin aja dulu.....G4L4Unya awkkwaka

signz7
07-11-2011, 09:57 PM
hmm menghibur gan..mayan lah tritnya..tetep LANJUTKAN..

JoeRussell
08-11-2011, 02:28 AM
yang copas bagus + niat 100 deh buat yang nulis hehe penggambaran suasananya bagus dan dapet bgt di gua

tedy55
08-11-2011, 07:10 AM
gokil kk critanya^^

templarrr21
08-11-2011, 05:50 PM
wkakaka ngakak ada yang bener2 lebay abis itu

xshjurp
08-11-2011, 09:50 PM
wakwakwakwakwak sesuai dengan theme song One yang mengisahkan tentang percintaan
dan cerita lucunya itu giliran ketemu cewek ehh gak taunya istrinya char sebelahnya
abis dech kena chaos sama suaminya
gile bener suami istri maen RF-online ck ck ck ck ck

kunfayakun
08-11-2011, 09:57 PM
lantas ketika kita bertemu di dunia nyata, ternyata kamu maho, lalu aku lari terpingkal pingkal hahaha

dianaza
09-11-2011, 09:49 AM
gw demen ama crita yg judulnya :copas (ini judul asli bukan yah ?) klo yg laen mah agak LeBaY .. tp gpp gw apresiasi kreatifnya .. tp cerita pas war itu yg paling G_G LOE BANG /b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau

gw demen cerita perang /b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau/b-kacau

lanjutlah ..

khayalan tingkat tinggi

vanpersie
20-03-2012, 10:43 PM
lanjutkan gan...seruuuu

M2X
21-03-2012, 03:34 PM
Pusing gw baca nya (font nya kecil amit /b-pukul)

tp nice . ./b-dukung

alchem1485
25-03-2012, 01:49 PM
kayakbeneran....mungkin jadi naskah skenario film bagus nih....

chevalierx12
04-04-2012, 07:46 PM
hadeuh,,,
cerita gw asli tanpa rekayasa/d-linang/d-pup